BENER MERIAH – Duka mendalam menyelimuti Kampung Blang Tampu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Seorang warga setempat, Indri Yria Riski, dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis akibat menjadi korban pembunuhan yang terjadi di rumahnya, Senin (5/1/2026) dini hari.
Indri menghembuskan napas terakhirnya setelah dirujuk ke Rumah Sakit Fauziah, Bireuen, akibat luka serius yang dialaminya. Sebelumnya, korban sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Muyang Kute, Bener Meriah, sebelum akhirnya dirujuk karena kondisinya kritis.
Peristiwa tragis ini juga merenggut nyawa suami korban, Hairul Bani Takwa, yang dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Pasangan suami istri tersebut diketahui merupakan pengantin baru.
Keduanya diduga menjadi korban pembunuhan di rumah mereka sekitar pukul 02.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Hairul dan Indri mengalami luka bacok di bagian kepala, diduga akibat senjata tajam.
“Istrinya juga sudah meninggal dunia di rumah sakit Bireuen. Mereka ini pengantin baru. Semoga amal ibadah keduanya diterima di sisi Allah SWT,” ujar seorang warga Kampung Blang Tampu kepada AJNN.
Sebelumnya, Hairul ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya. Sementara Indri ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah turut menjadi sasaran serangan pelaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengungkap motif pasti di balik peristiwa pembunuhan tersebut. Jenazah Hairul Bani Takwa masih menjalani proses autopsi di RSUD setempat guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, pasangan suami istri itu diduga menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi pada dini hari.
Seorang saksi mata menuturkan bahwa sekitar pukul 02.30 WIB, ia mendengar suara pukulan pada dinding beton rumah korban, disertai tangisan dari dalam rumah. Saat saksi mendekat, pintu rumah masih tertutup dan suasana kembali sunyi.
“Tidak lama kemudian saya kembali mendengar suara pukulan. Saat saya dekati lagi, pintu depan rumah sudah terbuka,” ujar saksi yang enggan disebutkan namanya.
Merasa curiga, saksi kemudian mengajak seorang rekannya untuk memastikan kondisi di dalam rumah. Saat tiba di lokasi, keduanya melihat seorang laki-laki mengenakan pakaian hitam dengan kepala tertutup kain menyerupai sebo melarikan diri ke arah dapur.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta motif di balik pembunuhan sadis yang menggegerkan warga Bener Meriah tersebut.(**)






