Mendikdasmen Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Pertama Sekolah di Aceh Tamiang Pascabencana

Pendidikan56 Dilihat

BANDA ACEH — Pemerintah pusat menunjukkan perhatian serius terhadap keberlangsungan pendidikan di wilayah terdampak bencana di Aceh. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, dijadwalkan hadir langsung ke Kabupaten Aceh Tamiang dan menjadi pembina upacara pada hari pertama masuk sekolah pascabanjir bandang dan longsor.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, di Banda Aceh, Sabtu (3/1/2026). Ia mengatakan, rencananya Mendikdasmen akan memimpin upacara di SMA Negeri 4 Kejuruan Aceh Tamiang, salah satu sekolah yang terdampak cukup parah akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut.

“Insya Allah, Pak Menteri akan hadir langsung dan bertindak sebagai pembina upacara di SMA Negeri 4 Kejuruan Aceh Tamiang pada hari pertama masuk sekolah,” ujar Murthalamuddin.

Menurut Murthalamuddin, kehadiran Mendikdasmen bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi simbol kuat komitmen pemerintah pusat dalam memastikan layanan pendidikan tetap berjalan, meskipun daerah sedang dalam masa pemulihan pascabencana.

Sebagai juru bicara Pos Komando (Posko) Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin menegaskan bahwa pendidikan merupakan sektor strategis yang harus segera dipulihkan agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan terhadap masa depan generasi muda Aceh.

“Kunjungan Pak Menteri ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah pusat kepada tenaga pendidik, peserta didik, dan seluruh masyarakat Aceh Tamiang yang sedang bangkit dari bencana. Ini juga menjadi pesan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun,” jelasnya.

Ia menambahkan, kehadiran Mendikdasmen di hari pertama masuk sekolah diharapkan mampu menjadi penyemangat dan motivasi tersendiri bagi siswa dan guru yang sebelumnya harus menghadapi situasi sulit akibat bencana banjir bandang dan longsor.

“Kami sangat mengapresiasi rencana kehadiran Pak Menteri. Semoga ini bisa mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas pendidikan yang rusak, serta memulihkan semangat belajar anak-anak kita,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang terdampak paling parah akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada berbagai fasilitas publik, termasuk sektor pendidikan.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, dari total 459 unit sekolah yang tersebar di daerah tersebut, sebanyak 394 unit terdampak bencana. Sementara itu, hanya 65 unit sekolah yang dilaporkan tidak mengalami dampak langsung.

Dari total sekolah terdampak, sebanyak 47 unit mengalami kerusakan ringan, 269 unit mengalami kerusakan sedang, dan 78 unit sekolah mengalami kerusakan berat yang membutuhkan penanganan serius dan menyeluruh.

Murthalamuddin menegaskan, Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan proses pemulihan pendidikan berjalan seiring dengan rehabilitasi infrastruktur lainnya.

“Dengan sinergi semua pihak, kami optimistis aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dan kualitas pendidikan di Aceh Tamiang dapat pulih bahkan menjadi lebih baik ke depan,” pungkasnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *