Banjir Kiriman Hulu Sungai Tamiang Rendam Bendahara, Tanggul Jebol Putus Akses ke Pekan Seruway

Breakingnews48 Dilihat

Aceh Tamiang — Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, kembali dilanda banjir pada Sabtu (3/1/2026). Banjir kali ini dipicu oleh kiriman air dari hulu Sungai Tamiang yang debitnya meningkat signifikan, diperparah dengan kondisi tanggul jebol di wilayah Kampung Raja.

Luapan air sungai merendam sejumlah kawasan permukiman warga serta menggenangi akses jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Bendahara menuju Jembatan ke Pekan Seruway. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur tersebut terganggu dan sulit dilalui kendaraan, terutama roda dua dan roda empat berukuran kecil.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air banjir hari ini tercatat lebih tinggi dibandingkan banjir yang terjadi pada 1 Januari 2026 lalu. Air terlihat mengalir deras menutupi badan jalan, sementara beberapa titik tampak semakin melebar akibat tergerus arus.

Warga setempat menyebutkan, banjir datang secara perlahan sejak pagi hari dan terus meningkat seiring kiriman air dari wilayah hulu. Jebolnya tanggul di Kampung Raja membuat air dengan mudah meluap ke area sekitar, termasuk jalan penghubung antar kecamatan yang menjadi jalur vital aktivitas masyarakat.

“Air hari ini lebih tinggi dari kemarin. Jalan sudah tidak bisa dilewati dengan aman, kami khawatir kalau hujan di hulu terus turun,” ujar salah seorang warga Bendahara.

Selain mengganggu mobilitas warga, banjir juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan akses pelayanan masyarakat. Beberapa warga memilih menunda perjalanan ke Pekan Seruway karena kondisi jalan yang berisiko, sementara lainnya terpaksa mencari jalur alternatif meski jaraknya lebih jauh.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih memantau kondisi debit air sungai dan berharap tidak terjadi penambahan ketinggian air. Masyarakat juga mengharapkan perhatian serta penanganan cepat dari pihak terkait, terutama untuk perbaikan tanggul jebol agar banjir tidak semakin meluas.

Warga diimbau tetap waspada, khususnya bagi yang bermukim di bantaran sungai dan sekitar jalur rawan banjir, mengingat potensi hujan di wilayah hulu Sungai Tamiang masih dapat memicu peningkatan debit air sewaktu-waktu.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *