136 Relawan Dishub Aceh Gotong Royong Bersihkan SMPN 1 Karang Baru Pasca Banjir

ACEH TAMIANG — Pemerintah Aceh terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana. Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh mengerahkan sebanyak 136 relawan untuk melakukan aksi bersih-bersih di SMP Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, yang masih dipenuhi lumpur pasca bencana hidrometeorologi. Kegiatan kemanusiaan ini dilaksanakan pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Aksi tersebut merupakan pengiriman relawan tahap kedua oleh Pemerintah Aceh, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan fasilitas umum, khususnya sarana pendidikan yang terdampak banjir. Sejak pagi hari, para relawan yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) Dishub Aceh tampak bergotong royong membersihkan lumpur yang menutupi ruang kelas, kantor sekolah, hingga saluran parit di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, turun langsung ke lokasi untuk mengawasi jalannya kegiatan. Ia menegaskan bahwa kehadiran para relawan merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Aceh dalam memastikan proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung normal secepat mungkin.

“Kehadiran ASN Dishub Aceh di sini adalah untuk membantu percepatan pemulihan fasilitas pendidikan agar kegiatan belajar mengajar bisa segera berjalan kembali secara normal,” ujar Teuku Faisal di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, lumpur sisa banjir yang masuk ke area sekolah tergolong cukup tebal, sehingga membutuhkan tenaga relawan dalam jumlah besar agar proses pembersihan dapat diselesaikan dengan cepat dan maksimal. Dengan semangat gotong royong, para relawan membersihkan setiap sudut sekolah menggunakan peralatan sederhana, mulai dari sekop, sapu, hingga alat pengangkut lumpur.

“Target kita jelas, seluruh fasilitas sekolah harus bersih dari lumpur. Anak-anak harus bisa kembali belajar dengan tenang, aman, dan nyaman,” tambahnya.

Pembersihan difokuskan pada ruang-ruang vital seperti ruang kelas, ruang guru, kantor administrasi, serta lingkungan sekitar sekolah, termasuk parit dan akses jalan di dalam area sekolah. Langkah ini dinilai penting agar tidak hanya kebersihan yang terjaga, tetapi juga kesehatan dan keselamatan warga sekolah.

Kehadiran ratusan relawan ini disambut baik oleh pihak sekolah dan masyarakat setempat. Aksi tersebut dinilai sangat membantu, mengingat keterbatasan tenaga dan kondisi pascabanjir yang masih menyisakan banyak pekerjaan berat. Para orang tua murid pun berharap, dengan cepatnya pemulihan fasilitas sekolah, anak-anak mereka dapat kembali mengikuti proses pembelajaran tanpa harus tertunda lebih lama.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Aceh hadir di tengah masyarakat saat situasi darurat, tidak hanya dalam bentuk bantuan material, tetapi juga melalui aksi nyata di lapangan. Diharapkan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat ini dapat mempercepat pemulihan pascabencana serta mengembalikan aktivitas pendidikan dan kehidupan sosial di Kabupaten Aceh Tamiang seperti sedia kala.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *