Aksi Prajurit Yonif 114/SM lintasi medan sulit evakuasi lansia 80 tahun di Bener Meriah

Kodam IM16 Dilihat

Bener Meriah — Aksi heroik yang sarat dengan ketulusan, keberanian, dan keikhlasan ditunjukkan oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Infanteri 114/Satria Musara dalam misi kemanusiaan mengevakuasi seorang nenek bernama Puteh Maneh (80 tahun) korban bencana tanah longsor di wilayah Kabupaten Bener Meriah, Senin (29/12/2025).

Pasca terjadinya bencana tanah longsor yang melanda Kampung Pantan Kemuning, akses menuju wilayah tersebut menjadi sangat terbatas. Kondisi jalan berlumpur, licin, serta sejumlah jalur yang terputus menyulitkan mobilitas warga maupun tim penolong. Di tengah situasi tersebut, personel Yonif 114/Satria Musara yang tergabung dalam tim tanggap darurat menerima laporan dari masyarakat terkait seorang lansia yang membutuhkan evakuasi segera.

Lansia tersebut diketahui dalam kondisi fisik yang lemah dan tidak mampu berjalan jauh. Selain faktor usia, yang bersangkutan juga baru saja menjalani operasi katarak, sehingga sangat berisiko apabila dipaksakan menempuh perjalanan panjang di medan yang berat dan ekstrem. Menyikapi kondisi tersebut, prajurit Yonif 114/Satria Musara segera bergerak cepat menuju lokasi dengan berkoordinasi bersama masyarakat setempat.

Mengingat jalur evakuasi tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan akibat kerusakan parah, proses evakuasi dilakukan secara manual dengan penuh kehati-hatian. Prajurit TNI harus menembus medan pegunungan yang terjal, licin, dan berlumpur, dengan jarak tempuh kurang lebih 15 kilometer. Perjalanan evakuasi dimulai dari Kampung Pantan Kemuning (Pintoe Angen) menuju lokasi Pengungsian Tunyang Induk di Kabupaten Bener Meriah.

Evakuasi tersebut melibatkan personel Kompi C Lampahan Yonif 114/Satria Musara yang bersinergi dengan personel Pemadam Kebakaran Posko 02 Lampahan. Meski dihadapkan pada tantangan medan yang berat serta waktu tempuh yang panjang, semangat kemanusiaan dan rasa tanggung jawab sebagai abdi negara menjadi motivasi utama bagi seluruh tim untuk terus melangkah tanpa ragu.

Dalam kondisi fisik yang semakin terkuras, prajurit TNI bersama petugas pemadam kebakaran menggendong sang nenek secara bergantian selama kurang lebih 3 jam 30 menit. Setiap langkah ditempuh dengan penuh kehati-hatian demi memastikan keselamatan korban dan tim evakuasi.
Di atas bahu para penyelamat, sang nenek tampak terus melantunkan dzikir, “Lā ilāha illallāh,” sepanjang perjalanan. Lantunan dzikir tersebut menggema di tengah sunyinya jalur evakuasi, menjadi doa sekaligus sumber kekuatan spiritual yang membangkitkan semangat para prajurit dan petugas yang berjuang tanpa mengenal lelah.

Akhirnya, korban berhasil dievakuasi dengan selamat dan tiba di Posko Pantan Kemuning yang berada di Kampung Tuyang 15/KM, salah satu titik pengungsian yang telah disiapkan oleh masyarakat Kampung Tuyang. Setibanya di posko, sang nenek langsung mendapatkan penanganan dan perawatan awal, serta dinyatakan dalam kondisi aman dan stabil.
Momen evakuasi ini bukan sekadar proses penyelamatan korban bencana, melainkan potret nyata nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan keteguhan iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Di tengah kelelahan fisik dan risiko keselamatan yang tinggi, prajurit TNI tetap mengedepankan rasa tanggung jawab serta pengabdian tulus kepada masyarakat.

Aksi heroik ini sekaligus menegaskan komitmen Yonif 114/Satria Musara untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, khususnya pada saat situasi darurat dan bencana alam. Kehadiran prajurit tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan negara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan.

Dengan keberanian, ketulusan, dan semangat gotong royong yang tinggi, prajurit Yonif 114/Satria Musara bersama unsur terkait membuktikan bahwa nilai kemanusiaan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *