Kunjungan Presiden Prabowo ke Bener Meriah Batal, Aktivitas Gempa dan Gunung Bur Ni Telong Meningkat

Pemerintah Aceh22 Dilihat

Banda Aceh – Rencana kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dipastikan batal menyusul kondisi keamanan dan kebencanaan yang belum sepenuhnya kondusif. Pembatalan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas gempa beruntun yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa malam, 31 Desember 2025.

Sebelumnya, Presiden Prabowo dijadwalkan mendarat di Bandara Rembele, Bener Meriah, pada Rabu, 31 Desember 2025. Agenda kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung sejumlah lokasi pengungsian dan kondisi masyarakat pascabencana banjir yang melanda wilayah dataran tinggi Gayo itu beberapa waktu lalu. Kunjungan ini dinilai penting sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama unsur terkait telah melakukan berbagai persiapan penyambutan. Sejumlah fasilitas bandara dibenahi, pengamanan diperketat, hingga agenda peninjauan lapangan disusun secara rinci. Bahkan, kendaraan dinas Presiden RI 1 jenis Maung buatan PT Pindad telah lebih dulu tiba di Bandara Rembele. Kendaraan tersebut diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara dan mendarat beberapa hari sebelum jadwal kunjungan Presiden.

Namun, seluruh persiapan tersebut harus dihentikan setelah adanya kepastian bahwa Presiden Prabowo tidak jadi berkunjung ke Bener Meriah. Informasi pembatalan ini dikonfirmasi oleh salah seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.

“Bapak Presiden tidak jadi datang,” ujar ASN tersebut singkat saat dikonfirmasi, Selasa malam.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana Kepresidenan maupun pemerintah pusat terkait alasan pasti pembatalan kunjungan tersebut. Meski demikian, pembatalan ini bertepatan dengan meningkatnya aktivitas kegempaan di wilayah Bener Meriah, khususnya yang berkaitan dengan Gunung Bur Ni Telong.

Dalam beberapa hari terakhir, wilayah sekitar Gunung Bur Ni Telong dilaporkan mengalami gempa beruntun yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Aktivitas seismik tersebut membuat aparat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan, termasuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi apabila terjadi eskalasi bencana.

Sejumlah warga di sekitar lereng gunung dilaporkan memilih mengungsi secara mandiri ke tempat yang dianggap lebih aman. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi, sembari menunggu rekomendasi resmi dari instansi teknis seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Meski kunjungan Presiden batal, pemerintah daerah berharap perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap penanganan bencana di Bener Meriah tetap berjalan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing isu yang belum jelas sumbernya, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan petugas di lapangan.

Pembatalan ini menjadi pengingat bahwa faktor keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap agenda kenegaraan, terutama di daerah yang tengah menghadapi situasi kebencanaan yang dinamis.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *