Pemulihan Listrik Aceh Capai 86 Persen, Perbaikan SUTET Jadi Penentu Normalisasi Daya

Pemerintah Aceh46 Dilihat

Banda Aceh – Pemerintah Aceh terus menggenjot pemulihan kelistrikan pascabencana yang berdampak pada sejumlah wilayah. Hingga Senin (15/12/2025), progres perbaikan jaringan listrik telah menembus angka 86 persen, dengan perhatian utama tertuju pada penyelesaian jaringan tegangan tinggi yang menjadi tulang punggung penyaluran daya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Taufik, ST, M.Si, menyampaikan bahwa salah satu titik paling krusial berada di Pangkalan Berandan. Perbaikan di lokasi tersebut dilaporkan hampir selesai dan akan menentukan langkah lanjutan pemulihan sistem kelistrikan secara menyeluruh.

“Jika jaringan tegangan tinggi ini rampung, PLN bisa langsung melakukan uji coba penyaluran daya. Apabila berjalan lancar, listrik akan kembali menyala secara bertahap hingga kondisi normal,” kata Taufik di Banda Aceh.

Ia menambahkan, sebagian besar wilayah lain yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat robohnya Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) kini sudah tertangani. Beberapa jalur transmisi telah selesai diperbaiki, sementara sisanya masih dalam tahap penyempurnaan akhir.

“Di salah satu lokasi terdapat dua menara SUTET yang roboh dan enam titik perbaikan. Saat ini progresnya juga sudah mendekati 86 persen,” ujarnya.

Meski capaian perbaikan cukup signifikan, Taufik mengakui tantangan di lapangan masih besar. Medan yang sulit dan kondisi cuaca yang belum stabil membuat pekerjaan teknis membutuhkan waktu ekstra. Namun demikian, tim PLN tetap bekerja tanpa henti, siang dan malam, untuk mempercepat pemulihan.

“Kami belum bisa memastikan tanggal pasti, tetapi upaya maksimal terus dilakukan. Pemulihan listrik ini sangat penting, tidak hanya bagi rumah tangga, tetapi juga untuk menggerakkan kembali roda ekonomi dan aktivitas industri masyarakat,” jelasnya.

Dari sisi pasokan daya, Taufik menyebutkan pembangkit listrik yang tersedia baru beroperasi sekitar 40 persen. Sementara itu, 60 persen kapasitas lainnya masih dalam tahap pemulihan secara bertahap. Beberapa pembangkit tambahan sudah mulai beroperasi dan menyumbang sekitar 100 megawatt, meski jumlah tersebut belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan normal masyarakat Aceh.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *