“Tragedi di Tengah Misi Kemanusiaan: Mobil Relawan Dari Nurussalam Terbalik, 2 Tewas 5 Luka-Luka”

Breakingnews65 Dilihat

ACEH TIMUR – Sebuah musibah memilukan terjadi di tengah upaya warga Aceh Timur menyalurkan bantuan bagi korban banjir. Pada Minggu, 7 Desember 2025, sekitar pukul 17.00 WIB, satu unit mobil yang membawa rombongan relawan dari Kecamatan Nurussalam mengalami kecelakaan dan terbalik di kawasan Simpang Kameng, Kecamatan Pantee Bidari.

Rombongan tersebut sedang dalam perjalanan mengantar bantuan logistik untuk warga yang terdampak banjir di wilayah pedalaman. Namun nahas, kendaraan yang mereka tumpangi kehilangan kendali hingga terbalik, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Peristiwa itu menimbulkan duka mendalam, terutama karena para korban adalah warga yang tengah menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu sesama dalam masa sulit.

Dua Korban Meninggal Dunia

Dari insiden tragis tersebut, dua relawan dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, keduanya berasal dari Gampong Beurandang:

1. Ridwan (Gp. Beurandang)

2. Riyan (Gp. Beurandang)

Keduanya dikenal sebagai pemuda aktif dan sering terlibat dalam kegiatan sosial di gampong. Kepergian mereka meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan, dan masyarakat Nurussalam.

Lima Orang Luka-Luka dan Patah Tulang

Sementara itu, lima anggota rombongan lainnya mengalami luka berat, termasuk patah tulang. Seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Zubir Mahmud Idi untuk mendapatkan perawatan intensif. Mereka adalah:

1. Zainadi – Keuchik Gampong Jalan

2. Marsyudi – Gampong Jalan

3. Jamaldin – Beurandang

4. Abdullah – Gampong Jalan

5. Bakri – Gampong Jalan

Pihak rumah sakit masih melakukan penanganan medis dan pemantauan kondisi terkini kelima korban.

Misi Kemanusiaan Berujung Duka

Kecelakaan ini menjadi pukulan besar bagi masyarakat kecamatan Nurussalam dan Pantee Bidari. Di tengah situasi darurat banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh Timur, warga dan relawan bahu-membahu menggalang serta mengantarkan bantuan untuk saudara-saudara mereka yang terdampak.

Namun musibah yang menimpa rombongan relawan ini menjadi pengingat bahwa upaya kemanusiaan pun memerlukan kewaspadaan ekstra, terutama di tengah kondisi jalan licin dan cuaca tak menentu akibat banjir.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan lebih lanjut mengenai kronologi kecelakaan tersebut. Pemerintah kecamatan dan kabupaten juga diharapkan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban dan para relawan yang terluka.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *