Pemerintah Aceh Klarifikasi Isu Kelangkaan BBM dan Minimnya Bantuan: Semua Aman & Terukur

Pemerintah Aceh51 Dilihat

Banda Aceh – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa isu yang beredar terkait stok BBM, keterlambatan bantuan, dan gangguan jaringan komunikasi tidak perlu dikhawatirkan. Seluruh persoalan tersebut sedang ditangani secara terkoordinasi dan berada dalam pengawasan penuh posko Tanggap Darurat.

Penjelasan ini disampaikan Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (2/12). Ia menegaskan bahwa stok BBM di Aceh berada dalam kondisi aman. Yang terjadi di lapangan hanyalah perlambatan distribusi akibat putusnya jalur darat menuju Medan sehingga pengiriman harus dialihkan.

“Stok aman. Jangan panic buying. Kendala hanya pada distribusi karena jalur darat terputus, bukan karena kekurangan stok,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa sejumlah kebutuhan pokok lain kini dialihkan melalui jalur laut dan dipastikan segera kembali tersedia di pasaran setelah distribusi distabilkan.

Pada aspek penanganan korban, Murthalamuddin menekankan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara terukur melalui koordinasi antara BNPB, TNI–Polri, dan Pemerintah Aceh. Bantuan pemerintah tidak disalurkan secara sporadis agar tepat sasaran dan berpijak pada skala prioritas kabupaten/kota yang paling terdampak.

Terkait isu minimnya Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBA 2025, ia meluruskan bahwa saat status darurat ditetapkan, pemerintah dapat menggerakkan dana cadangan, memanfaatkan mekanisme refocusing, serta merealokasi anggaran untuk penanganan bencana. Penggunaan anggaran tidak terbatas pada BTT.

Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin, turut mempertegas bahwa stok BBM di depo seluruhnya aman. Perubahan rantai pasok yang semula mengalir dari Lhokseumawe menuju Bireuen hingga Pidie Jaya kini dialihkan dari Krueng Raya. Keterbatasan mobil tangki membuat distribusi sedikit melambat.

“Mohon masyarakat tidak panic buying dan tetap saling berempati. Stok aman dan sedang didistribusikan,” ujarnya.

Ia juga meminta agar pemulihan listrik oleh PLN memprioritaskan SPBU demi kelancaran penyaluran BBM. Sementara untuk LPG, pengiriman tambahan sudah berangkat melalui jalur laut dari Batam menuju Lhokseumawe dan Banda Aceh, sebelum dipasok ke SPBE.

Nahrawi meluruskan kabar soal barcode: kebijakan penghapusan barcode hanya berlaku di daerah yang sinyalnya terganggu. Wilayah dengan jaringan normal tetap menggunakan barcode sesuai ketentuan.

Sementara itu, Kepala Diskominsa Aceh, Edi Yandra, melaporkan perkembangan positif pemulihan jaringan komunikasi. Hampir seluruh wilayah yang terdampak telah mengalami perbaikan, kecuali Aceh Tamiang dan beberapa titik pedalaman yang masih dalam proses.

Puluhan unit Starlink telah dikirimkan ke kabupaten/kota terdampak, termasuk enam unit tambahan untuk Aceh Tamiang. Perangkat yang sudah tersedia dapat diakses melalui kantor Diskominfo kabupaten/kota, sementara perangkat untuk titik pengungsian menunggu pengiriman tambahan dari BNPB.

Komdigi juga mengimbau publik untuk berhati-hati terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diminta hanya merujuk pada kanal resmi pemerintah dan segera melaporkan hoaks melalui kanal pengaduan resmi.

Mengakhiri konferensi pers, Jubir kembali menekankan agar masyarakat tidak terpengaruh informasi provokatif yang dapat memperkeruh situasi. Pemerintah dan semua lembaga terkait kini bekerja maksimal untuk memastikan kebutuhan publik terpenuhi dan penanganan bencana berjalan cepat serta tepat sasaran. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *