“Jaringan Lumpuh, Keluarga Perantau Dilanda Kepanikan Cari Kabar Kerabat di Aceh Tengah”

Aceh Tengah29 Dilihat

ACEH — Musibah banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Tengah, akibat dampak siklon tropis, telah menyisakan duka mendalam dan gelombang kepanikan di berbagai daerah. Bukan hanya warga yang berada di lokasi bencana, tetapi juga keluarga perantau yang tinggal jauh dari kampung halaman.

Putusnya aliran listrik yang mengakibatkan lumpuhnya jaringan komunikasi membuat banyak keluarga tidak dapat mengetahui kondisi orang-orang tercinta mereka di Aceh Tengah. Informasi yang biasanya bisa didapat hanya dalam hitungan detik, kini tiba-tiba terputus total tanpa kepastian kapan akan normal kembali.

Salah satu perantau yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat terpukul saat mendapati ponselnya tidak dapat tersambung ke nomor keluarganya sejak malam sebelumnya.

“Kami sangat khawatir ketika jaringan komunikasi padam. Kami sudah mencoba berkali-kali menghubungi keluarga kami di Aceh Tengah, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Kami benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan mereka,” ujarnya dengan nada cemas.

Kondisi ini semakin diperparah oleh minimnya informasi resmi yang dapat diakses dari luar daerah. Tanpa jaringan internet, telepon, ataupun listrik, banyak warga di perantauan hanya bisa menunggu sambil menebak-nebak keadaan di kampung halaman.

Perantau lainnya menuturkan bahwa situasi tersebut membuat mereka nyaris tidak bisa beraktivitas karena dipenuhi rasa cemas.

“Ini sangat menyedihkan. Setiap menit kami memikirkan nasib keluarga di kampung. Kami hanya bisa berdoa agar mereka selamat dan jaringan komunikasi segera pulih,” katanya.

Di sisi lain, aparat pemerintah dan relawan masih terus berupaya membuka akses jalan yang tertutup material longsor serta memperbaiki jaringan listrik dan telekomunikasi yang rusak. Proses ini diprediksi membutuhkan waktu karena skala kerusakan yang cukup parah di beberapa titik.

Hingga kini, keluarga perantau di berbagai kota seperti Medan, Banda Aceh, Jakarta, hingga luar negeri masih menunggu kabar terbaru dengan penuh harap. Rasa khawatir yang tak berujung itu menjadi bukti betapa pentingnya jaringan komunikasi dalam situasi bencana.

Masyarakat pun berharap pemerintah dan instansi terkait dapat bekerja lebih cepat memulihkan infrastruktur vital agar aliran informasi kembali mengalir, sekaligus meredakan kecemasan ribuan keluarga yang sedang menanti kabar keselamatan kerabat mereka di Aceh Tengah.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *