Waspada! OJK Tegaskan Tidak Pernah Bekerja Sama dengan Bimbingan Belajar Apa Pun, Masyarakat Diminta Cek Informasi Sebelum Percaya

Breakingnews32 Dilihat

Dailymailindonesia.com, – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat terkait maraknya pihak-pihak yang mengatasnamakan lembaga tersebut untuk kepentingan bisnis, khususnya layanan bimbingan belajar (bimbel). Dalam sebuah unggahan resmi, OJK menegaskan bahwa mereka tidak pernah memiliki hubungan kerja, afiliasi, atau bentuk dukungan apa pun terhadap bimbingan belajar, termasuk yang mengklaim dapat membantu seseorang “masuk OJK”, “lulus seleksi OJK”, atau “diprioritaskan saat rekrutmen”.

Peringatan ini muncul akibat meningkatnya kasus penipuan yang memanfaatkan nama besar OJK untuk menarik minat calon peserta bimbel. Beberapa promosi bahkan menampilkan visual yang seolah-olah resmi, lengkap dengan logo OJK dan foto tenaga pengajar yang diklaim sebagai pegawai otoritas tersebut. Hal ini tentu meresahkan, mengingat masyarakat yang belum paham bisa saja tertipu dan mengeluarkan uang untuk layanan yang sebenarnya tidak memiliki hubungan sama sekali dengan lembaga negara itu.

Melalui unggahan tersebut, OJK menampilkan pesan besar “WASPADA” sebagai peringatan agar masyarakat benar-benar berhati-hati terhadap setiap informasi yang mengatasnamakan lembaga ini. OJK menegaskan bahwa setiap klaim kerja sama, dukungan, ataupun afiliasi antara OJK dan pihak penyelenggara bimbel adalah tidak benar.

Untuk memastikan kebenaran informasi apa pun yang mencantumkan nama OJK, masyarakat diminta untuk melakukan verifikasi langsung melalui Kontak OJK 157. Layanan resmi tersebut dapat dihubungi melalui beberapa saluran, yaitu:

Telepon: 157

WhatsApp: 081 157 157 157

Email: konsumen@ojk.go.id

OJK menekankan bahwa kanal-kanal inilah satu-satunya saluran informasi yang benar dan dapat dipercaya. Dengan menghubungi layanan resmi tersebut, masyarakat dapat memeriksa validitas informasi, mengklarifikasi keraguan, serta melaporkan potensi penipuan yang menggunakan nama OJK.

Imbauan ini juga menjadi pengingat bahwa penipuan digital kini semakin canggih dan sering memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat. Oleh karena itu, OJK mengajak semua pihak untuk tidak mudah percaya terhadap tawaran apa pun yang menjanjikan kemudahan masuk kerja, bantuan kelulusan, atau akses khusus yang dikaitkan dengan lembaga pemerintah.

Melalui kampanye ini, OJK berharap masyarakat lebih berhati-hati, selalu memverifikasi informasi, dan tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Semakin banyak masyarakat yang waspada, semakin kecil peluang pelaku penipuan untuk merugikan pihak lain.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *