Aceh Besar – Ketua Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Abdurrahman Ahmad, turun langsung meninjau lahan pertanian milik warga yang terendam banjir di Gampong Teungoh Geunteut, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, pada Rabu (12/11/2025).
Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak Selasa malam hingga Rabu pagi membuat air sungai di sekitar permukiman meluap. Akibatnya, puluhan hektare sawah yang telah memasuki masa panen terendam air dan berpotensi gagal panen.
Dalam kunjungan lapangannya, Abdurrahman didampingi oleh sejumlah perangkat gampong serta tokoh masyarakat setempat. Ia meninjau secara langsung kondisi sawah yang tergenang air dan berdialog dengan para petani yang mengalami kerugian akibat bencana tersebut.
“Kita sangat prihatin dengan musibah ini. Bayangkan, sawah yang seharusnya sudah bisa dipanen justru terendam banjir. Ini tentu kerugian besar bagi petani yang menggantungkan hidupnya dari hasil panen,” ujar Abdurrahman di lokasi.
Berdasarkan data sementara dari aparat gampong, sedikitnya 15 hektare sawah terdampak banjir di wilayah Teungoh Geunteut. Sebagian besar tanaman padi di lokasi itu sudah menguning dan tinggal menunggu waktu panen, namun kini terancam rusak jika air tidak segera surut.
Abdurrahman mendesak pemerintah daerah melalui dinas pertanian dan badan penanggulangan bencana untuk segera melakukan pendataan serta memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh petani terdampak.
“Kami harapkan langkah cepat dari pemerintah, baik bantuan bibit, pupuk, maupun perbaikan irigasi. Petani tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri setelah kehilangan hasil panen,” tegasnya.
Selain itu, politisi Gerindra tersebut juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah Aceh.
“Kita harus siaga. Cuaca sekarang tidak bisa diprediksi. Jika curah hujan tinggi kembali terjadi, dikhawatirkan banjir akan meluas. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi sangat penting,” tambahnya.
Sementara itu, beberapa petani yang ditemui di lokasi mengaku pasrah dengan kondisi sawah mereka yang terendam, namun tetap berharap adanya solusi jangka panjang dari pemerintah.
“Kami cuma ingin saluran irigasi diperbaiki dan tanggul sungai diperkuat. Supaya banjir seperti ini tidak terus terulang setiap musim hujan,” ungkap seorang petani setempat.
Banjir yang merendam lahan pertanian di Lhoong kali ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat sistem mitigasi bencana, terutama di kawasan pertanian produktif yang menjadi sumber ekonomi utama warga.(**)






