Banda Aceh – Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Yusuf Al-Qardhawi, MH, bersama jajaran, turun langsung ke lapangan meninjau kondisi mustahik zakat di Gampong Punge Ujong, Kecamatan Meuraxa, pada Selasa (9/9/2025).
Dalam kunjungan itu, Dr. Yusuf didampingi oleh dua anggota Baitul Mal lainnya, yakni H. Muhammad Aulia, dan Umar ST, Banta Ali. Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata perhatian lembaga pengelola zakat tersebut terhadap masyarakat penerima manfaat (mustahik) yang membutuhkan bantuan, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
“Kami ingin memastikan sendiri bagaimana keadaan para mustahik di lapangan. Tidak hanya mendengar laporan di atas kertas, tapi juga melihat dengan mata kepala sendiri agar kebijakan yang kita ambil tepat sasaran,” ujar Dr. Yusuf kepada wartawan.
Di lokasi, rombongan menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan beberapa keluarga penerima zakat. Mereka menanyakan kebutuhan sehari-hari, tantangan yang dihadapi, serta bagaimana dampak bantuan zakat yang selama ini diberikan.
Beberapa warga mengungkapkan rasa syukur atas perhatian Baitul Mal. Namun, sebagian juga menyampaikan harapan agar bantuan bisa lebih beragam, seperti dukungan modal usaha kecil, beasiswa pendidikan bagi anak-anak, hingga program pelatihan keterampilan yang bisa menopang kehidupan mereka secara berkelanjutan.
“Kami senang karena Baitul Mal datang langsung ke kampung kami. Harapan kami, bantuan jangan hanya sekali-sekali, tapi bisa terus berlanjut, terutama untuk pendidikan anak-anak,” kata salah seorang warga setempat.
Wujudkan Zakat yang Tepat Sasaran
Menurut Dr. Yusuf, kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap distribusi zakat di Banda Aceh. Ia menegaskan, Baitul Mal memiliki tanggung jawab besar memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang dihimpun benar-benar menyentuh masyarakat yang berhak.
“Zakat adalah amanah umat. Oleh karena itu, kami harus menyalurkannya dengan penuh tanggung jawab. Kami juga ingin memastikan mustahik tidak hanya menerima bantuan konsumtif, tapi juga diarahkan untuk bisa lebih mandiri di masa depan,” tegasnya.
Rombongan Baitul Mal juga menyampaikan apresiasi kepada perangkat gampong dan tokoh masyarakat yang terus membantu dalam proses pendataan dan pengawasan penyaluran zakat. Sinergi antara Baitul Mal, pemerintah gampong, dan masyarakat dinilai penting agar program penyaluran zakat benar-benar tepat sasaran dan transparan.
“Kerja sama ini sangat kami butuhkan. Semoga dengan dukungan semua pihak, kita bisa mengangkat lebih banyak mustahik menjadi muzakki di masa mendatang,” tambah H. Muhammad Aulia.
Kunjungan ke Punge Ujong ini menjadi salah satu rangkaian agenda lapangan Baitul Mal Banda Aceh. Ke depan, lembaga tersebut berencana memperluas cakupan program pemberdayaan, termasuk bantuan usaha mikro, penguatan ekonomi keluarga, hingga peningkatan akses pendidikan dan kesehatan bagi mustahik.
Langkah ini diharapkan bisa menjadi jawaban atas tantangan kemiskinan di perkotaan sekaligus memperkuat fungsi zakat sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan.(**)






