Israel Kembali Gempur Iran, Remaja 16 Tahun Tewas Di Qom

Internasional190 Dilihat

Eskalasi Konflik Kian Memburuk, Korban Sipil Bertambah

QOM, IRAN — Serangan rudal kembali menghantam wilayah Iran pada Sabtu pagi (21/6/2025), menewaskan dua warga sipil termasuk seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun. Serangan yang diduga dilancarkan oleh militer Israel tersebut menghantam kawasan pemukiman di kota Qom, Iran tengah, dan menjadi bagian dari gelombang serangan udara lintas negara yang telah berlangsung sejak awal Juni.

Menurut laporan media pemerintah Iran, ledakan terjadi di kawasan Salariyeh, Qom, sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Rudal menghantam lantai empat sebuah bangunan tempat korban remaja tersebut berada. Ia tewas di lokasi akibat reruntuhan, sementara satu korban lain juga meninggal dunia, dan empat warga lainnya mengalami luka-luka serius.

“Kami hanya mendengar suara keras seperti gempa, lalu bangunan berguncang hebat. Setelah itu semua gelap,” ujar seorang warga setempat kepada media lokal.

Serangan ini disebut-sebut menyasar fasilitas militer atau gudang peluncur rudal yang terindikasi berada di sekitar kawasan pemukiman. Namun, otoritas lokal dan masyarakat mengecam keras bahwa serangan ini turut merenggut nyawa warga sipil yang tidak bersalah, termasuk anak-anak.

Kementerian Dalam Negeri Iran menyatakan bahwa ini adalah bagian dari “agresi langsung terhadap tanah air” dan bahwa serangan udara Israel semakin menyasar pusat-pusat kota, bukan sekadar situs militer.

Tak lama setelah serangan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah melakukan balasan ke wilayah Israel. Mereka mengklaim meluncurkan sejumlah rudal dan drone ke fasilitas militer Israel, termasuk pusat komando, dan menyebut Bandara Ben Gurion sebagai salah satu target.

“Operasi ini merupakan respons terhadap pelanggaran kedaulatan nasional kami dan sebagai bentuk solidaritas terhadap korban sipil,” ujar juru bicara militer Iran.

Sejak 13 Juni 2025, konflik terbuka antara Iran dan Israel semakin memburuk setelah serangan udara Israel melanda beberapa titik strategis di Iran, termasuk lokasi-lokasi yang diduga berkaitan dengan program nuklir. Iran pun membalas melalui serangan drone dan rudal ke kota-kota Israel, termasuk Tel Aviv dan Haifa.

Data sementara menyebutkan, sebanyak 639 orang tewas dan lebih dari 1.300 luka-luka di pihak Iran sejak eskalasi ini dimulai, mayoritas korban merupakan warga sipil. Di pihak Israel, korban jiwa dan kerusakan juga dilaporkan, meskipun tidak sebanyak di Iran.

Dewan Keamanan PBB dan sejumlah negara besar seperti Jerman, Rusia, serta Indonesia, menyerukan gencatan senjata dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik. Namun hingga kini, belum ada sinyal positif dari kedua belah pihak.

Pakar hubungan internasional menilai, jika konflik ini tidak segera dihentikan, potensi perang kawasan yang lebih luas sangat mungkin terjadi, mengingat keterlibatan milisi-milisi proksi di Suriah, Lebanon, hingga Yaman.

Kematian remaja 16 tahun di Qom menjadi simbol tragis dari dampak perang yang tak hanya menghantam instalasi militer, tetapi juga merenggut masa depan generasi muda.

“Anak saya hanya ingin belajar dan hidup tenang. Tapi rudal-rudal itu mengubah segalanya dalam sekejap,” ujar seorang ibu korban sambil menangis.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed