Kutacane – Semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam pembangunan infrastruktur pedesaan. Babinsa yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Jembatan Gantung Perintis bersama warga melaksanakan kegiatan gotong royong merakit dan memasang besi tulangan pondasi cakar ayam jembatan di wilayah tepi jauh Desa Peranginan, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (2/11/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan jembatan gantung perintis, mengingat pemasangan besi tulangan pondasi memiliki peran penting dalam memperkuat struktur dasar bangunan agar mampu menopang konstruksi jembatan secara keseluruhan.
Serma Alpa Simon Bangun menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa bersama masyarakat dalam pengerjaan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah binaan.
Menurutnya, melalui semangat kebersamaan, Babinsa dan warga bahu-membahu melaksanakan perakitan serta pemasangan besi tulangan pondasi dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Kekompakan yang terjalin di lapangan diharapkan dapat mendukung kelancaran setiap tahapan pembangunan sehingga pekerjaan dapat terlaksana sesuai rencana.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut tidak hanya sebatas membantu pengerjaan fisik, tetapi sekaligus merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pembinaan teritorial dalam mempererat hubungan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Melalui gotong royong ini, kami ingin terus menumbuhkan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Kami siap membantu setiap tahapan pembangunan agar dapat berjalan lancar, sehingga jembatan ini nantinya bisa segera dimanfaatkan untuk mempermudah akses dan menunjang aktivitas masyarakat,” ujar Serma Alpa Simon Bangun.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan konektivitas dan mempermudah mobilitas warga. Keberadaan jembatan nantinya diharapkan mampu memperlancar akses masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, baik untuk kepentingan ekonomi, pendidikan, pertanian maupun kegiatan sosial lainnya.
Selain mempercepat pembangunan infrastruktur, kegiatan gotong royong ini juga menjadi sarana memperkuat hubungan emosional antara Babinsa dan masyarakat. Kebersamaan yang terbangun mencerminkan bahwa pembangunan wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan TNI, tetapi juga membutuhkan dukungan serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Babinsa kembali menunjukkan peran aktif TNI dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan serta membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang terus terpelihara, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Peranginan diharapkan dapat berjalan aman, lancar, dan sesuai dengan rencana. Kehadiran jembatan tersebut nantinya diharapkan menjadi sarana penghubung yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.






