Cegah Dampak Kabut Asap, Pemko Sabang Bagikan 5.000 Masker

Sabang32 Dilihat

SABANG – Pemerintah Kota (Pemko) Sabang melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) membagikan sebanyak 5.000 masker medis kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.

Pembagian masker yang dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026) itu merupakan upaya pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat, terutama mereka yang harus beraktivitas di luar rumah, dari risiko gangguan pernapasan akibat menurunnya kualitas udara.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, Rinaldi Syahputra, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai langkah preventif menyusul kondisi kabut asap yang semakin tebal di wilayah Kota Sabang.

Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan partikel asap saat berada di luar ruangan.

“Ini merupakan upaya preventif untuk melindungi masyarakat. Kami melihat kabut asap semakin tebal sehingga perlu mengambil langkah antisipasi agar masyarakat dapat mengurangi paparan asap saat beraktivitas di luar rumah,” kata Rinaldi, Jumat (16/10/2026).

5.000 Masker Didistribusikan di Sejumlah Titik

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 4.000 masker medis didistribusikan di empat titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, yakni Simpang Garuda, Simpang Pujasera, Simpang Tugu Cengkeh, dan kawasan Sabang Fair.

Selain itu, Dinkes dan KB Kota Sabang menambah 1.000 masker di Simpang Garuda. Penambahan tersebut dilakukan karena tingginya aktivitas masyarakat di kawasan itu, termasuk anak-anak sekolah yang melintas setiap hari.

Dengan distribusi tersebut, total masker medis yang dibagikan kepada masyarakat mencapai 5.000 lembar.

Rinaldi menjelaskan, pembagian masker tidak hanya dilakukan di persimpangan dan kawasan ramai. Pemerintah Kota Sabang juga akan melanjutkan distribusi melalui seluruh puskesmas agar perlindungan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Perhatian khusus akan diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan ibu hamil, yang perlu mendapatkan perlindungan lebih selama kondisi kabut asap berlangsung.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui kegiatan posyandu serta kunjungan dari rumah ke rumah dengan melibatkan bidan desa dan kader kesehatan.

“Kami akan terus mengupayakan langkah preventif melalui pembagian masker dan penguatan pelayanan puskesmas,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, Mayuni.

Kualitas Udara Jadi Perhatian

Kondisi kualitas udara di Kota Sabang menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam mengambil langkah pencegahan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

Berdasarkan informasi INWCCA Aceh pada Kamis (15/10/2026), indeks kualitas udara di Kota Sabang tercatat mencapai 152, yang dikategorikan tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Sementara itu, data IQAir mencatat indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Kota Sabang berada pada angka 64 pada Kamis (15/10/2026) pukul 16.00 WIB dan 61 pada Jumat (16/10/2026) pukul 07.00 WIB. Kedua angka tersebut masuk kategori sedang.

Perbedaan angka dari kedua sumber tersebut menunjukkan pentingnya masyarakat tetap memperhatikan perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan masing-masing, khususnya ketika kabut asap masih terlihat menyelimuti lingkungan sekitar.

Paparan asap dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama pada kelompok yang lebih rentan. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan gejala seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan kesehatan lain yang muncul selama kondisi tersebut berlangsung.

Masyarakat Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Sekretaris Dinkes dan KB Kota Sabang, Mayuni, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan pola hidup sehat untuk mengurangi risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya.

Ia mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta menjaga daya tahan tubuh.

Kelompok rentan, khususnya anak-anak dan ibu hamil, juga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih terjadi. Langkah ini diperlukan untuk meminimalkan paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Selain pembagian masker, penguatan pelayanan kesehatan di puskesmas juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengantisipasi dampak kabut asap. Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan diharapkan segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Dalam kegiatan distribusi masker tersebut, Pemko Sabang turut mendapat dukungan dari Dinas Perhubungan Kota Sabang dan aparat kepolisian melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas). Dukungan ini diperlukan untuk memastikan pembagian masker berlangsung tertib dan aman, terutama di persimpangan dengan arus lalu lintas yang ramai.

Melalui pembagian 5.000 masker medis, perluasan distribusi melalui puskesmas, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat, Pemko Sabang berharap risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap dapat ditekan.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap berlangsung. Langkah pencegahan sejak dini diharapkan dapat membantu melindungi warga, khususnya kelompok rentan, dari dampak buruk kualitas udara.