PIDIE – Pergelaran Piala Soeratin U-15 Zona Aceh di Stadion Blang Paseh, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Minggu (23/8/2026), diwarnai keributan antara official Alfarlaky FC dengan sejumlah orang yang disebut dalam informasi awal sebagai diduga oknum “anggota”.
Keributan tersebut disebut bermula setelah terjadi aksi pelemparan kursi dan botol air mineral dari arah luar lapangan ke area pertandingan. Salah satu benda yang dilempar dilaporkan mengenai bagian kepala pemain Alfarlaky FC.
Informasi yang dihimpun menyebut pemain yang menjadi korban merupakan anak Bupati Aceh Timur. Insiden tersebut kemudian memicu protes dari official Alfarlaky FC yang merasa keberatan atas perlakuan yang dialami pemainnya.
Protes official tersebut kemudian berkembang menjadi adu mulut dan saling dorong dengan sejumlah orang di sekitar lokasi pertandingan. Momen ketegangan itu terekam dalam video dan beredar di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat sejumlah pihak terlibat dalam situasi tegang. Adu mulut terdengar berlangsung sebelum terjadi aksi saling dorong. Belum diketahui secara pasti identitas seluruh pihak yang terlibat maupun kronologi lengkap sebelum aksi pelemparan terjadi.
Informasi mengenai penyebab kericuhan ini masih bersumber dari keterangan dan rekaman yang beredar. Karena itu, pihak-pihak terkait perlu memberikan klarifikasi agar duduk perkara kejadian dapat diketahui secara utuh dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
Peristiwa tersebut cukup disayangkan karena terjadi dalam sebuah kompetisi sepak bola kelompok usia muda yang sejatinya menjadi ruang pembinaan dan pengembangan bakat pemain-pemain muda Aceh.
Piala Soeratin sendiri merupakan salah satu kompetisi penting dalam pembinaan sepak bola usia muda. Turnamen tersebut memberikan kesempatan kepada klub-klub daerah untuk mengembangkan kemampuan pemain sekaligus menemukan talenta-talenta potensial yang dapat dibina menuju jenjang kompetisi berikutnya.
Kompetisi Piala Soeratin U-15 Zona Aceh tahun 2026 mulai bergulir sejak Kamis (20/8/2026). Sebanyak 12 tim dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh ambil bagian dalam kompetisi kelompok umur tersebut.
Kabupaten Pidie dipercaya menjadi salah satu pusat pelaksanaan pertandingan. Stadion Blang Paseh di Kota Sigli menjadi lokasi pertandingan yang mempertemukan para pemain muda dari berbagai daerah di Aceh.
Selain kategori U-15, kompetisi kelompok usia muda lainnya, termasuk U-13, juga digelar dalam periode yang sama. Kondisi tersebut menjadikan penyelenggaraan Piala Soeratin sebagai salah satu agenda penting pembinaan sepak bola usia dini dan remaja di Aceh pada 2026.
Stadion Blang Paseh sendiri bukan tempat asing bagi agenda olahraga besar di Aceh. Stadion tersebut sebelumnya dibangun dan digunakan dalam rangka penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
Dengan demikian, keamanan dan kenyamanan selama pertandingan menjadi hal penting yang perlu mendapat perhatian seluruh pihak. Tidak hanya pemain dan official, tetapi juga penonton serta pihak-pihak yang berada di sekitar arena pertandingan diharapkan mampu menjaga sportivitas.
Apalagi para pemain yang berlaga merupakan pesepak bola usia muda yang masih berada dalam tahap pembentukan karakter dan mental. Suasana pertandingan yang aman, tertib dan sportif tentu menjadi bagian penting dari proses pembinaan mereka.
Insiden keributan di tengah kompetisi pun diharapkan tidak mengganggu jalannya pertandingan berikutnya. Semua pihak diharapkan dapat menahan diri dan menyerahkan setiap persoalan kepada panitia maupun pihak berwenang untuk diselesaikan sesuai ketentuan.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak penyelenggara maupun pihak kepolisian terkait penanganan keributan tersebut. Kronologi lengkap, termasuk pihak yang melakukan pelemparan dan penyebab awal ketegangan, masih menunggu penjelasan resmi.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat kompetisi harus tetap berada dalam koridor sportivitas. Piala Soeratin bukan sekadar ajang mengejar kemenangan, tetapi juga wadah untuk membentuk pemain muda Aceh agar memiliki kemampuan, mental, disiplin dan karakter yang baik.(**)






