ACEH TENGGARA – Kepedulian terhadap kondisi lembaga pendidikan dayah yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I, M.Pd.I, didampingi Kepala Bidang Manajemen Sarana dan Prasarana (MSP) Lian Sofyan, SH, MH serta Kepala UPTD Sufriadi, ST, mengunjungi Dayah Darul Mukhlasin Asholihin yang mengalami musibah kebakaran.
Kunjungan tersebut berlangsung di kawasan Lawe Konker, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (20/8/2026). Kehadiran jajaran Dinas Pendidikan Dayah Aceh menjadi bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kondisi dayah, khususnya setelah terjadinya musibah yang menyebabkan kerusakan pada fasilitas pendidikan dan aktivitas para santri.
Dalam kunjungan itu, Kadis Pendidikan Dayah Aceh bersama rombongan meninjau langsung kondisi Dayah Darul Mukhlasin Asholihin pascakebakaran. Peninjauan lapangan penting dilakukan untuk melihat secara nyata dampak yang ditimbulkan oleh musibah sekaligus mengetahui kebutuhan yang diperlukan agar kegiatan pendidikan dan pembinaan santri dapat kembali berjalan dengan baik.
Musibah kebakaran tentu bukan hanya menyisakan kerugian secara material, tetapi juga dapat mengganggu proses belajar mengajar serta aktivitas kehidupan para santri di lingkungan dayah. Sejumlah fasilitas yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pengasuhan santri harus menghadapi dampak akibat peristiwa tersebut.
Karena itu, kunjungan Dinas Pendidikan Dayah Aceh diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi dalam penanganan dampak musibah. Pemerintah melalui instansi terkait dapat memetakan kebutuhan dayah, terutama menyangkut sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan para santri.
Muhsin juga menunjukkan perhatian terhadap keberlangsungan proses pendidikan di dayah. Bagi pemerintah Aceh, dayah memiliki posisi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga memiliki karakter, akhlak dan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.
Keberadaan dayah di Aceh selama ini telah menjadi salah satu pilar penting dalam pendidikan keislaman. Ribuan santri menimba ilmu di berbagai dayah yang tersebar di seluruh wilayah Aceh, termasuk di Kabupaten Aceh Tenggara. Oleh sebab itu, ketika sebuah dayah mengalami musibah, dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak menjadi sangat berarti bagi pengelola maupun para santri.
Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perhatian terhadap pendidikan dayah tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran, tetapi juga mencakup kondisi lingkungan pendidikan dan kelayakan fasilitas yang digunakan para santri sehari-hari.
Dinas Pendidikan Dayah Aceh diharapkan terus melakukan koordinasi dengan pihak dayah serta pemerintah daerah setempat untuk memastikan kebutuhan pascakebakaran dapat ditangani secara bertahap. Dengan dukungan berbagai pihak, Dayah Darul Mukhlasin Asholihin diharapkan mampu segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas pendidikan secara normal.
Musibah kebakaran memang meninggalkan luka dan kerugian, namun semangat untuk bangkit harus terus dijaga. Solidaritas pemerintah, masyarakat, ulama, pengelola dayah dan seluruh elemen terkait menjadi kekuatan penting untuk membantu lembaga pendidikan tersebut kembali berdiri dan melanjutkan perjuangan mencetak generasi penerus yang berilmu dan berakhlak.
Kehadiran jajaran Dinas Pendidikan Dayah Aceh di tengah kondisi tersebut pun menjadi pesan bahwa lembaga pendidikan dayah tidak berjalan sendiri ketika menghadapi musibah. Kepedulian dan sinergi seluruh pihak diharapkan dapat mempercepat pemulihan sehingga para santri dapat kembali belajar, mengaji dan menjalani aktivitas pendidikan dengan aman dan nyaman.(**)






