Sanana – Suasana berbeda tampak di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sanana, Rabu pagi (15/4/2026). Di tengah hamparan lahan pertanian yang hijau, sejumlah warga binaan tampak antusias memanen buncis yang telah mereka rawat selama beberapa waktu terakhir. Kegiatan ini bukan sekadar panen biasa, melainkan bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus digencarkan oleh pihak Lapas.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Sanana, David Lekatompessy, bersama jajaran petugas, termasuk Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Giatja). Para warga binaan yang terlibat dalam program pembinaan pertanian turut ambil bagian secara aktif, menunjukkan keterampilan yang telah mereka pelajari.
David Lekatompessy dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kegiatan pertanian ini merupakan salah satu upaya konkret dalam memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek pembentukan karakter, tetapi juga harus mampu menciptakan kemandirian agar para warga binaan memiliki keahlian yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa warga binaan memiliki pengalaman kerja nyata, khususnya di bidang pertanian. Ini penting sebagai bekal mereka untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik setelah menjalani masa pidana,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan di dalam area Lapas menjadi langkah strategis dalam menciptakan kegiatan produktif. Selain memberikan manfaat langsung berupa hasil panen, kegiatan ini juga mampu membangun semangat kerja, tanggung jawab, serta kebersamaan di antara warga binaan.
Program pertanian yang dijalankan Lapas Kelas IIB Sanana juga sejalan dengan kebijakan nasional, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan. Dengan mengoptimalkan lahan yang tersedia, Lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai unit yang produktif dan berkontribusi terhadap kebutuhan pangan.
Tak hanya itu, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama dalam mendorong pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomis. Program ini diharapkan mampu menjadi model pembinaan yang efektif dan berdampak luas.
Selama kegiatan berlangsung, suasana terpantau aman, tertib, dan kondusif. Para warga binaan terlihat bersemangat memanen hasil kerja mereka, yang sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pembinaan yang dilakukan telah berjalan dengan baik.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, Lapas Kelas IIB Sanana terus berkomitmen untuk menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan kehidupan di masyarakat.(**)






