Pembinaan Kemandirian WBP Lapas Tobelo Diperkuat Lewat Perawatan Tanaman Pertanian

Nasional8 Dilihat

TOBELO – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tobelo terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan pertanian yang dilaksanakan di kebun luar lapas, Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan produktif WBP sekaligus mendukung program pembinaan berbasis kemandirian yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIT tersebut diawali dengan apel WBP di pos Karupam sebelum menuju lokasi kebun luar lapas. Apel dipantau langsung oleh staf kegiatan kerja (Giatja) untuk memastikan kesiapan serta keamanan selama pelaksanaan program pembinaan berlangsung.

Kalapas Kelas IIB Tobelo, Donni Isa Dermawan, menjelaskan bahwa pembinaan kemandirian di sektor pertanian merupakan salah satu program prioritas karena memberikan manfaat nyata bagi WBP. Selain melatih keterampilan bercocok tanam, kegiatan ini juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta etos kerja produktif.

“Kegiatan perawatan tanaman seperti pembersihan lahan dan penyiraman dilakukan secara berkala agar tanaman tetap terjaga kualitasnya hingga masa panen. Program ini juga menjadi sarana pembinaan mental dan keterampilan kerja bagi WBP,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, dua orang WBP ditugaskan melakukan perawatan tanaman berupa pembersihan gulma serta penyiraman tanaman untuk menjaga kelembapan tanah. Perawatan rutin ini penting untuk memastikan pertumbuhan tanaman tetap optimal dan menghasilkan panen yang berkualitas.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar di kebun luar lapas yang berada di wilayah Tobelo, Maluku Utara. Petugas juga melakukan pengawasan secara intensif guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai prosedur keamanan pemasyarakatan.

Program pembinaan kemandirian berbasis pertanian ini diharapkan mampu menjadi bekal keterampilan bagi WBP setelah selesai menjalani masa pidana. Dengan keterampilan tersebut, mereka diharapkan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif dan mandiri.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi sistem pemasyarakatan modern yang menekankan pembinaan berkelanjutan, tidak hanya dari sisi mental dan spiritual, tetapi juga peningkatan kemampuan kerja yang aplikatif.

Ke depan, Lapas Kelas IIB Tobelo berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui berbagai sektor produktif, termasuk pertanian, peternakan, dan keterampilan lainnya yang memiliki nilai ekonomi.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *