Bupati Aceh Tamiang Sampaikan Tiga Permintaan Krusial ke Presiden Prabowo, Fokus Huntap hingga BLT untuk Korban Banjir

Aceh Tamiang14 Dilihat

Aceh Tamiang – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang secara resmi menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rapat terbatas yang membahas percepatan pemulihan pascabencana banjir. Rapat tersebut berlangsung pada Kamis, 1 Januari 2026, dan menjadi momentum penting bagi Aceh Tamiang untuk memperjuangkan pemulihan kehidupan ribuan warganya yang terdampak bencana.

Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, dalam kesempatan tersebut memaparkan tiga permintaan utama yang dinilai sangat krusial bagi kelangsungan hidup masyarakat pascabencana, mulai dari penyediaan hunian tetap, bantuan pangan, hingga bantuan langsung tunai.

Puluhan Ribu Rumah Hilang, Huntap Jadi Prioritas Utama

Permintaan pertama yang disampaikan Armia adalah kebutuhan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir besar yang melanda wilayah Aceh Tamiang. Berdasarkan data hasil pendataan pemerintah desa, bencana tersebut menyebabkan 37.888 unit rumah hilang dan 4.839 unit rumah mengalami rusak berat.

Dengan demikian, total kebutuhan hunian tetap bagi warga terdampak mencapai 42.727 unit rumah. Angka ini, menurut Armia, menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah jika harus ditangani sendiri tanpa dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Armia pun menyampaikan apresiasi atas bantuan yang telah diberikan sebelumnya, khususnya pembangunan 600 unit hunian sementara (huntara) yang didukung oleh Danantara. Namun, ia menegaskan bahwa kebutuhan hunian permanen masih sangat mendesak agar masyarakat dapat kembali hidup layak dan bermartabat.

“Terima kasih, kami sudah dibantu Danantara dengan 600 unit hunian sementara. Ke depan, kami sangat berharap ada tambahan untuk hunian tetap serta kebutuhan pendukung lainnya,” ujar Armia di hadapan Presiden.

Bantuan Pangan untuk Menjaga Ketahanan Hidup Warga

Selain hunian, Bupati Aceh Tamiang juga menekankan pentingnya dukungan bantuan pangan bagi masyarakat terdampak banjir. Dengan jumlah penduduk Aceh Tamiang yang mencapai 313.245 jiwa, pemerintah daerah telah melakukan perhitungan kebutuhan bahan pokok untuk enam bulan ke depan.

Bantuan pangan yang dibutuhkan meliputi kebutuhan dasar seperti beras, telur, minyak goreng, dan gula. Menurut Armia, kondisi ekonomi masyarakat pascabencana masih sangat rentan, terlebih dalam menghadapi momen penting keagamaan yang akan datang.

“Kondisi ekonomi masyarakat kami masih berat. Pasti akan semakin terasa menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026,” ungkapnya.

Ia menilai, tanpa dukungan pangan yang memadai, beban hidup warga akan semakin berat dan berpotensi memperlambat proses pemulihan sosial dan ekonomi di Aceh Tamiang.

Usulan BLT untuk Ringankan Beban Ekonomi

Permintaan ketiga yang diajukan Armia adalah pemberian bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak banjir. Ia mengusulkan agar sebanyak 111.570 kepala keluarga (KK) di Aceh Tamiang menerima BLT sebesar Rp1 juta per keluarga selama satu tahun.

Menurutnya, bantuan tunai tersebut akan sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.

“Kami berharap setiap keluarga bisa menerima bantuan Rp1 juta selama satu tahun. Ini sangat penting untuk meringankan beban ekonomi pascabencana,” jelas Armia.

Ia juga memastikan bahwa usulan tersebut akan disampaikan secara resmi melalui surat kepada kementerian terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.

Presiden Prabowo: Bantuan Harus Tepat Sasaran

Menutup penyampaiannya, Armia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian serius pemerintah pusat terhadap kondisi Aceh Tamiang. Ia berharap percepatan pemulihan pascabencana dapat segera terwujud sehingga kehidupan masyarakat dapat kembali normal.

Menanggapi laporan dan permintaan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk menghitung ulang kebutuhan anggaran dan mengintegrasikannya dengan data yang tersedia.

“Nanti kita hitung dan kita integrasikan dengan seluruh data supaya bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” ujar Presiden Prabowo.

Pernyataan tersebut memberikan harapan besar bagi masyarakat Aceh Tamiang bahwa proses pemulihan pascabencana akan mendapat perhatian serius dan terencana dari pemerintah pusat, demi memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam upaya bangkit dari bencana.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *