PADANG – Banjir kembali merendam permukiman warga di Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Selasa sore, 30 Desember 2025. Luapan air sungai yang meningkat drastis setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut menyebabkan akses jalan utama kembali terputus serta air masuk ke rumah-rumah warga.
Kondisi ini semakin memperparah situasi masyarakat setempat yang sejak akhir November lalu belum sepenuhnya pulih dari bencana serupa. Setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, kawasan Batu Busuk nyaris selalu dilanda banjir akibat sungai yang tak mampu lagi menampung debit air.
Salah seorang warga Kecamatan Pauh, Dian (31), mengungkapkan bahwa jalur menuju Batu Busuk kembali tidak bisa dilalui setelah tanggul darurat yang sebelumnya dibangun untuk menahan luapan air jebol diterjang arus sungai.
“Iya, sore ini jalur ke Batu Busuk putus lagi. Tanggul yang sebelumnya dibuat untuk menahan air jebol karena debit sungai naik,” ujar Dian kepada media, Selasa (30/12/2025).
Enam Kali Banjir Masuk Rumah Sejak Akhir November
Dian menjelaskan, sejak bencana banjir bandang pertama terjadi pada akhir November 2025, kawasan Batu Busuk telah berulang kali dilanda banjir. Bahkan, setiap hujan deras turun, sungai langsung meluap dan menggenangi permukiman warga serta memutus akses jalan.
Hingga kini, tercatat air sudah enam kali masuk ke rumah warga, merusak perabotan, mengganggu aktivitas sehari-hari, dan memaksa sebagian warga untuk selalu bersiaga menyelamatkan barang-barang penting.
Warga Dihantui Rasa Cemas Setiap Hujan Turun
Tak hanya kerugian material, banjir berulang juga menimbulkan tekanan psikologis bagi warga Batu Busuk. Setiap hujan deras turun, terutama hingga malam hari, masyarakat diliputi rasa khawatir akan datangnya banjir susulan.
Banyak warga yang memilih tetap terjaga di malam hari saat hujan turun, bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Kekhawatiran itu semakin besar karena sisa-sisa material banjir bandang sebelumnya, seperti lumpur, bebatuan, dan kayu, belum tertangani secara menyeluruh, sehingga memperbesar potensi luapan air kembali.
“Kalau hujan deras, kami tidak bisa tenang. Selalu was-was, takut air masuk lagi,” ungkap salah seorang warga setempat.
Harapan Penanganan Serius dan Permanen
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan serius dan permanen, terutama pada penguatan tanggul sungai serta normalisasi aliran air. Selama solusi jangka panjang belum direalisasikan, mereka khawatir bencana serupa akan terus berulang dan mengancam keselamatan warga.
Banjir yang kembali melanda Batu Busuk ini menjadi pengingat bahwa kawasan tersebut masih berada dalam kondisi rawan bencana. Warga berharap perhatian dan langkah cepat dari pihak terkait agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman, tanpa dihantui ketakutan setiap kali hujan turun.(**)






