{"id":9727,"date":"2024-06-05T18:12:10","date_gmt":"2024-06-05T11:12:10","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=9727"},"modified":"2024-06-05T18:12:38","modified_gmt":"2024-06-05T11:12:38","slug":"raih-antusiasme-pasar-sukuk-esg-bsi-rp9-triliun-atau-oversubscribe-tiga-kali-lipat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/05\/raih-antusiasme-pasar-sukuk-esg-bsi-rp9-triliun-atau-oversubscribe-tiga-kali-lipat\/","title":{"rendered":"Raih Antusiasme Pasar, sukuk ESG BSI Rp9 triliun atau oversubscribe tiga kali lipat"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Dailymailindonesia.com, Jakarta \u2013<\/strong> Sustainability Sukuk BSI atau Sukuk Mudharabah Keberlanjutan yang rencana diterbitkan oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk meraih antusiasme yang tinggi dari pasar. Diluncuran pada Rabu (15\/5\/2024), BSI mencatat pemesanan (booking) dari investor untuk Sukuk Sustainability BSI sudah mencapai 300% atau sekitar Rp9 triliun.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">BSI berencana menerbitkan Sustainability Sukuk sebanyak Rp3 triliun dengan kisaran imbal hasil 6,40% &#8211; 7,20% untuk jangka waktu 1, 2 dan 3 tahun dengan masa penawaran awal sejak 14-30 Mei 2024. Sukuk tersebut teridiri dari dari 3 seri, yaitu seri A dengan jangka waktu 1 tahun, seri B jangka waktu 2 tahun dan seri C jangka waktu 3 tahun. Saat ini dalam proses perijinan tahap akhir OJK. Dana hasil penerbitan sukuk akan digunakan untuk mendukung pembiayaan dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS).<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Melihat animo pasar tersebut, Direktur Finance &amp; Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan manajemen perseroan optimistis Sustainability Sukuk BSI akan diserap secara maksimal oleh pasar.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u201cKami optimistis akan terserap optimal karena kinerja perseroan saat ini berada di atas rata-rata industri perbankan dilihat juga dari rating idAAA serta merupakan sukuk pertama yang diterbitkan BSI. Sukuk Sustainability ini akan menjadi pilihan investasi menarik bagi masyarakat, terutama anak-anak muda,\u201d ujarnya menegaskan. Sukuk ESG BSI dapat dimiliki investor institusi dan ritel dengan harga per unit Rp5 juta.\u00a0 Saat ini mayoritas yang melakukan booking dari kategori investor institusi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Sukuk Sustainability BSI bisa dibeli investor di perusahaan sekuritas yang bekerja sama dengan perseroan, yakni Mandiri Sekuritas, BNI sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, Trimegah Sekuritas, Mega Capital Sekuritas dan Maybank Sekuritas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut dijelaskan bahwa penerbitan sukuk ESG ini melengkapi serangkaian aktivitas BSI di pasar modal. Di antaranya rights issue pada 2022, penerbitan surat berharga\u00a0 EBAS-SP SMF-BRIS 01 dan di awal tahun ini Sukuk Sustainability. Apalagi sukuk ESG juga merupakan hal menarik karena beberapa investor kerap menanyakan praktik ESG sebuah perusahaan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, dana yang diperoleh dari penerbitan sukuk tersebut akan disalurkan ke pembiayaan yang sudah ada (eksisiting), pada kategori KUBL (Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan) dan KUBS (Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial).<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan prospektus yang diterbitkan perseroan, dana yang dihimpun dari penerbitan Sustainability Sukuk BSI sekitar 30-50%-nya akan disalurkan di sektor KUBL. Yaitu untuk kategori energi terbarukan, produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan menghasilkan lebih sedikit polusi, serta pengelolaan air limbah yang berkelanjutan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Sedangkan penyaluran dana untuk kategori KUBS memiliki porsi 50%-70%. Adapun posisi per Maret 2024, portofolio pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp59,19 triliun yang terbagi atas kategori KUBL sebesar Rp12,57 triliun dan KUBS sebesar Rp46,62 triliun.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Saat ini kondisi keuangan perusahaan juga sangat stabil dengan total asset per April 2024\u00a0 Rp350,67 triliun dengan\u00a0 YOY growth 11,94% dan posisi Dana Pihak Ketiga sebesar DPK 293,2 triliun dengan YOY growth 9,41%.\u00a0 Adapun pembiayaan Rp251,58 triliun dengan YOY growth 17,94% sehingga posisi FDR perusahaan\u00a0 85,72% sehingga cukup ample.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dailymailindonesia.com, Jakarta \u2013 Sustainability Sukuk BSI atau Sukuk Mudharabah Keberlanjutan yang rencana <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/05\/raih-antusiasme-pasar-sukuk-esg-bsi-rp9-triliun-atau-oversubscribe-tiga-kali-lipat\/\" title=\"Raih Antusiasme Pasar, sukuk ESG BSI Rp9 triliun atau oversubscribe tiga kali lipat\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9728,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[2271,2272],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-9727","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"tag-raih-antusiasme-pasar","9":"tag-sukuk-esg-bsi-rp9-triliun-atau-oversubscribe-tiga-kali-lipat"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9727"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9727\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9730,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9727\/revisions\/9730"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9727"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=9727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}