{"id":67053,"date":"2026-09-10T19:37:21","date_gmt":"2026-09-10T12:37:21","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=67053"},"modified":"2026-10-23T19:39:11","modified_gmt":"2026-10-23T12:39:11","slug":"wujudkan-demokrasi-santun-bakesbangpol-edukasi-140-tokoh-se-kota-banda-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/wujudkan-demokrasi-santun-bakesbangpol-edukasi-140-tokoh-se-kota-banda-aceh\/","title":{"rendered":"Wujudkan Demokrasi Santun, Bakesbangpol Edukasi 140 Tokoh se Kota Banda Aceh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>Banda Aceh<\/b> \u2013 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan Tatap Muka Pendidikan Politik bagi warga Kota Banda Aceh. Kegiatan berlangsung di Hotel Diana, Kamis (10\/9\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Bidang Keistimewaan Kemasyarakatan dan SDM, Ridwan dan diikuti oleh 140 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, perwakilan organisasi kepemudaan, serta perwakilan masyarakat dari kecamatan dan gampong di wilayah Kota Banda Aceh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan pendidikan politik yang bertema \u201cMewujudkan Masyarakat Kota Banda Aceh yang Cerdas, Kritis dan Bertaggung Jawab dalam Meningkatkan Kualitas Demokrasi\u201d ini diisi oleh tiga narasumber, yaitu Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), perwakilan dari Kesbangpol Kota Banda Aceh, serta aktivis demokrasi dan kepemiluan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Badan Kesbangpol melalui Ketua Panita Nata Kurniawan dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat Kota Banda Aceh untuk meningkatkan pemahaman mengenai kehidupan politik, demokrasi, dan hak kewajiban warga negara, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan politik masyarakat serta membangun budaya politik yang sehat, santun, rasional, dan bertanggung jawab.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita ingin masyarakat Banda Aceh cerdas berpolitik, tidak mudah terprovokasi, dan paham bahwa partisipasi politik tidak hanya saat pemilu, tapi juga ikut mengawasi dan membangun daerah,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, salah satu narasumber dari kalangan akademisi tekanan pentingnya literasi politik di tengah arus informasi yang begitu cepat. Menurutnya, masyarakat harus mampu menyaring informasi dan tidak terjebak dalam politik identitas dan hoaks.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para peserta tampak antusias mengikuti materi hingga sesi diskusi. Mereka berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan hingga ke tingkat gampong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan komitmen bersama untuk mewujudkan iklim yang kondusif di Kota Banda Aceh.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2013 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banda Aceh <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/wujudkan-demokrasi-santun-bakesbangpol-edukasi-140-tokoh-se-kota-banda-aceh\/\" title=\"Wujudkan Demokrasi Santun, Bakesbangpol Edukasi 140 Tokoh se Kota Banda Aceh\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":67054,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[8623],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-67053","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-banda-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67053","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67053"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67053\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67057,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67053\/revisions\/67057"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67054"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67053"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=67053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}