{"id":66861,"date":"2026-10-22T00:58:20","date_gmt":"2026-10-21T17:58:20","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=66861"},"modified":"2026-10-22T00:58:20","modified_gmt":"2026-10-21T17:58:20","slug":"tgk-ahmada-santri-perkuat-negeri-menuju-indonesia-emas-2045","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/22\/tgk-ahmada-santri-perkuat-negeri-menuju-indonesia-emas-2045\/","title":{"rendered":"Tgk Ahmada: Santri Perkuat Negeri Menuju Indonesia Emas 2045"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH \u2013<\/strong> Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sekaligus Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Daerah Pemilihan Aceh, Tgk. Ahmada, MZ, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema \u201cSantri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas\u201d. Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya peran santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persatuan bangsa, serta berkontribusi dalam pembangunan nasional menuju Indonesia yang maju dan berdaya saing.<\/p>\n<p>Melalui pesan peringatan yang disampaikan dalam sebuah poster, Tgk Ahmada mengajak masyarakat untuk memaknai Hari Santri Nasional sebagai momentum menghargai perjuangan dan pengabdian para santri, ulama, serta seluruh elemen pesantren yang selama ini berperan dalam kehidupan sosial, pendidikan, keagamaan, dan kebangsaan.<\/p>\n<p>Bagi Aceh, peringatan Hari Santri Nasional memiliki makna tersendiri. Dayah dan pesantren telah menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah masyarakat Aceh. Lembaga pendidikan tersebut tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter, menanamkan akhlak, serta membangun kesadaran generasi muda terhadap tanggung jawab sosial dan kebangsaan.<\/p>\n<p>Santri merupakan bagian dari generasi penerus yang memiliki potensi besar untuk mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan. Dengan bekal ilmu agama, pendidikan formal, keterampilan, dan karakter yang kuat, santri diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas serta nilai-nilai luhur yang menjadi landasan kehidupan.<\/p>\n<p>Santri dan Tantangan Menuju Indonesia Emas<\/p>\n<p>Visi Indonesia Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, memiliki daya saing, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam upaya mewujudkan cita-cita tersebut, santri memiliki peluang besar untuk mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.<\/p>\n<p>Peran santri saat ini tidak lagi terbatas pada penguasaan ilmu keagamaan. Mereka juga memiliki kesempatan untuk berkembang di bidang pendidikan, ekonomi, teknologi, kewirausahaan, sosial, hingga kepemimpinan publik.<\/p>\n<p>Karena itu, penguatan pendidikan di lingkungan dayah dan pesantren menjadi salah satu aspek penting dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu menjawab kebutuhan masa depan. Pendidikan agama yang kokoh perlu berjalan seiring dengan penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan praktis, literasi digital, serta kemampuan berpikir kritis.<\/p>\n<p>Dengan perpaduan tersebut, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.<\/p>\n<p>Semangat Hari Santri Nasional 2026 juga mengingatkan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Kemajuan harus ditopang oleh masyarakat yang berkarakter, menjunjung tinggi kejujuran, menghargai perbedaan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.<\/p>\n<p>Dalam konteks ini, nilai-nilai yang tumbuh di lingkungan dayah dan pesantren dapat menjadi modal sosial untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.<\/p>\n<p>Dayah Aceh sebagai Pilar Pendidikan dan Pembentukan Karakter<\/p>\n<p>Aceh memiliki tradisi pendidikan Islam yang kuat melalui keberadaan dayah yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Selama bertahun-tahun, dayah menjadi pusat pendidikan, pembinaan moral, serta pengembangan kehidupan keagamaan masyarakat.<\/p>\n<p>Dari lembaga pendidikan tersebut lahir generasi yang memiliki pemahaman keislaman, kedisiplinan, kesederhanaan, dan semangat pengabdian. Para santri juga diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, daerah, dan negara.<\/p>\n<p>Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, dayah menghadapi tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempertahankan tradisi keilmuan yang menjadi ciri khasnya. Dukungan terhadap tenaga pendidik, fasilitas belajar, akses teknologi, dan pengembangan keterampilan santri menjadi bagian penting dari upaya tersebut.<\/p>\n<p>Sinergi antara pemerintah, ulama, pimpinan dayah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar pendidikan dayah semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan generasi masa kini.<\/p>\n<p>Penguatan dayah juga penting untuk memastikan bahwa santri memperoleh kesempatan yang setara dalam mengembangkan potensi. Dengan dukungan pendidikan yang memadai, para santri dapat berkontribusi lebih luas, termasuk dalam pengembangan ekonomi masyarakat, pemberdayaan sosial, dan pembangunan daerah.<\/p>\n<p>Momentum Memperkuat Persatuan dan Pengabdian<\/p>\n<p>Hari Santri Nasional menjadi kesempatan untuk mengenang kontribusi kaum santri dalam perjalanan bangsa sekaligus memperkuat komitmen terhadap masa depan Indonesia. Santri diharapkan terus menjaga semangat belajar, mengembangkan kemampuan diri, serta menjadikan ilmu sebagai jalan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Di Aceh, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan tradisi keilmuan dayah, peningkatan kualitas pendidikan, dan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial yang membawa dampak positif.<\/p>\n<p>Santri juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui sikap santun, kepedulian terhadap lingkungan, penghormatan kepada orang tua dan guru, maupun keterlibatan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.<\/p>\n<p>Peringatan Hari Santri Nasional 2026 diharapkan tidak berhenti pada seremoni dan penyampaian ucapan. Lebih dari itu, momentum ini dapat menjadi dorongan bagi semua pihak untuk memperkuat pendidikan, membuka ruang pengembangan potensi santri, serta memastikan generasi muda memiliki kesempatan untuk berperan dalam pembangunan.<\/p>\n<p>Dengan semangat \u201cSantri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas\u201d, santri diharapkan terus tumbuh sebagai generasi berilmu, berakhlak, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus mampu menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.<\/p>\n<p>Selamat Hari Santri Nasional 2026. Santri kuat, negeri bermartabat, Indonesia maju.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sekaligus <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/22\/tgk-ahmada-santri-perkuat-negeri-menuju-indonesia-emas-2045\/\" title=\"Tgk Ahmada: Santri Perkuat Negeri Menuju Indonesia Emas 2045\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":66862,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[58],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-66861","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-aceh-besar"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66861","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66861"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66861\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66863,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66861\/revisions\/66863"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66862"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66861"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66861"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66861"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=66861"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}