{"id":66717,"date":"2026-10-20T10:21:54","date_gmt":"2026-10-20T03:21:54","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=66717"},"modified":"2026-10-20T10:21:54","modified_gmt":"2026-10-20T03:21:54","slug":"kepala-bnpb-dan-kasad-tinjau-karhutla-di-pulang-pisau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/20\/kepala-bnpb-dan-kasad-tinjau-karhutla-di-pulang-pisau\/","title":{"rendered":"Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Karhutla di Pulang Pisau"},"content":{"rendered":"<p><strong>PULANG PISAU<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah. Langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita ke Kabupaten Pulang Pisau, Senin (19\/10\/2026).<\/p>\n<p>Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan langsung lokasi karhutla serta rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan unsur terkait guna mengevaluasi kondisi terkini sekaligus memperkuat langkah pengendalian kebakaran di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>Kepala BNPB bersama rombongan bertolak dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sekitar pukul 07.00 WIB menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara. Setibanya di Banjarmasin, rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.<\/p>\n<p>Agenda kunjungan diawali dengan peninjauan lokasi karhutla pada pukul 12.45 WIB. Peninjauan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah terdampak, memantau perkembangan penanganan, serta mengidentifikasi kebutuhan dukungan operasional yang diperlukan untuk memperkuat upaya pengendalian kebakaran.<\/p>\n<p>Melalui pemantauan langsung di lapangan, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai situasi yang dihadapi petugas, termasuk kebutuhan sumber daya dan langkah penanganan yang harus disesuaikan dengan kondisi aktual di wilayah terdampak.<\/p>\n<p>Perkuat Koordinasi Lintas Sektor<\/p>\n<p>Usai meninjau lokasi karhutla, Kepala BNPB bersama Kasad mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla Provinsi Kalimantan Tengah di Kantor Bupati Pulang Pisau pada pukul 14.30 hingga 16.00 WIB.<\/p>\n<p>Rapat tersebut menjadi forum untuk mengevaluasi perkembangan situasi, memperkuat sinergi antarlembaga, serta menyelaraskan strategi penanganan agar berjalan secara terpadu dan efektif.<\/p>\n<p>Penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga instansi teknis yang memiliki tugas dan kewenangan dalam pengendalian kebakaran serta penanggulangan bencana.<\/p>\n<p>Koordinasi yang solid diperlukan untuk memastikan setiap unsur dapat menjalankan perannya secara optimal. Dengan demikian, dukungan personel, peralatan, informasi, dan kebutuhan operasional lainnya dapat disesuaikan dengan prioritas penanganan di lapangan.<\/p>\n<p>Kepala BNPB menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unsur terkait dalam menghadapi karhutla. Pengendalian kebakaran harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.<\/p>\n<p>Dukungan pemerintah pusat juga perlu diselaraskan dengan kebutuhan pemerintah daerah agar setiap langkah penanganan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran. Kesamaan pemahaman mengenai kondisi lapangan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan prioritas dan efektivitas operasi.<\/p>\n<p>Sinergi BNPB, TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah<\/p>\n<p>Dalam upaya pengendalian karhutla, koordinasi antara BNPB, pemerintah daerah, TNI, Polri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memiliki peran strategis.<\/p>\n<p>Ketersediaan data yang akurat, kejelasan koordinasi, serta kesesuaian dukungan operasional menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran penanganan di lapangan.<\/p>\n<p>Sinergi lintas sektor juga diperlukan agar pemantauan kondisi wilayah, penyampaian informasi, dan pelaksanaan langkah pengendalian dapat berjalan searah. Dengan koordinasi yang baik, kebutuhan daerah dapat diidentifikasi lebih cepat sehingga dukungan yang diperlukan bisa diberikan sesuai prioritas.<\/p>\n<p>Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB didampingi Direktur Komando Pengendalian Operasi (Kordalops) Brigjen Djohan Darmawan dan Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perumahan (RRP) Brigjen Mochamad Arief Hidayat.<\/p>\n<p>Kehadiran jajaran BNPB tersebut turut mendukung penguatan koordinasi operasional dan identifikasi kebutuhan penanganan yang memerlukan dukungan pemerintah pusat.<\/p>\n<p>Melalui kunjungan kerja ini, BNPB bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus mendorong penguatan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Langkah tersebut dilakukan melalui pemantauan langsung, koordinasi lintas sektor, serta pelaksanaan upaya operasional yang disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kebutuhan di lapangan.<\/p>\n<p>Penguatan kerja sama ini diharapkan dapat mendukung penanganan karhutla yang lebih terarah, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah.<\/p>\n<p>#InfoBencanaBNPB #Karhutla #KalimantanTengah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PULANG PISAU \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat upaya penanganan kebakaran <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/20\/kepala-bnpb-dan-kasad-tinjau-karhutla-di-pulang-pisau\/\" title=\"Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Karhutla di Pulang Pisau\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":66718,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[31],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-66717","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-nasional"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66717","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66717"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66717\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66719,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66717\/revisions\/66719"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66718"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66717"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66717"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66717"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=66717"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}