{"id":66710,"date":"2026-10-20T09:24:28","date_gmt":"2026-10-20T02:24:28","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=66710"},"modified":"2026-10-20T09:25:32","modified_gmt":"2026-10-20T02:25:32","slug":"misi-dagang-aceh-jatim-catat-transaksi-rp1079-triliun-wagub-dek-fadh-perkuat-pasar-komoditas-unggulan-dan-pariwisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/20\/misi-dagang-aceh-jatim-catat-transaksi-rp1079-triliun-wagub-dek-fadh-perkuat-pasar-komoditas-unggulan-dan-pariwisata\/","title":{"rendered":"Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun, Wagub Dek Fadh Perkuat Pasar Komoditas Unggulan dan Pariwisata"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> \u2013 Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi dagang dan investasi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hotel Amel, Banda Aceh, Senin (19\/10\/2026).<\/p>\n<p>Kegiatan yang mempertemukan 149 pelaku usaha dari kedua provinsi ini mencatatkan potensi transaksi jual beli mencapai Rp1,079 triliun.<\/p>\n<p>Dek Fadh berharap pertemuan tersebut tidak hanya menghasilkan transaksi perdagangan, tetapi juga membuka peluang kerja sama di sektor pariwisata.<\/p>\n<p>\u201cTerima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur, kami berharap kerja sama ini bisa berlanjut ke bidang lain, terutama pariwisata,\u201d kata Dek Fadh.<\/p>\n<p>Menurutnya, perluasan jaringan dagang antardaerah ini dapat mendorong komoditas unggulan Aceh seperti kopi Gayo dan nilam menembus pasar internasional.<\/p>\n<p>Dek Fadh juga berharap posisi strategis Aceh sebagai pusat perdagangan internasional sejak masa Sultan Iskandar Muda dapat kembali diperkuat melalui kolaborasi investasi.<\/p>\n<p>Di sisi lain, ia menyampaikan bahwa pembangunan pascabencana di Aceh terus berjalan meskipun kondisi ekonomi masih lambat dan daerah perlu bersiap menghadapi banjir akhir tahun.<\/p>\n<p>Dek Fadh turut mengapresiasi Jawa Timur yang menjadi salah satu provinsi pertama penyalur bantuan bagi masyarakat Aceh saat bencana terjadi.<\/p>\n<p>Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa misi dagang ini merupakan sarana penguat konektivitas ekonomi antardaerah dalam bingkai NKRI.<\/p>\n<p>Mudah-mudahan kesepakatan bersama ini bisa ditindaklanjuti secara efektif karena setiap melakukan misi dagang, kami ingin bisa maju bersama,\u201d ujar Khofifah.<\/p>\n<p>Selain menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, Khofifah juga mengapresiasi peran sejarah masyarakat Aceh serta kepahlawanan Laksamana Malahayati dalam mempertahankan tanah air.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, menjelaskan bahwa misi dagang ke-27 ini melibatkan 109 pelaku usaha Aceh dan 40 pelaku usaha Jawa Timur.<\/p>\n<p>Pertemuan bisnis tersebut menyasar transaksi produk yang saling melengkapi di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kerajinan, dan fesyen.<\/p>\n<p>Agenda ini juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama antardinas terkait serta kesepakatan dagang yang melibatkan Kadin, IWAPI, HIPMI, Gekrafs, dan pelaku usaha kedua provinsi.<\/p>\n<p>Melalui misi dagang ini, Aceh dan Jawa Timur diharapkan dapat memperluas akses pasar produk unggulan serta membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan.[]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/20\/misi-dagang-aceh-jatim-catat-transaksi-rp1079-triliun-wagub-dek-fadh-perkuat-pasar-komoditas-unggulan-dan-pariwisata\/\" title=\"Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun, Wagub Dek Fadh Perkuat Pasar Komoditas Unggulan dan Pariwisata\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":66711,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1320],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-66710","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pemerintah-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66710","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66710"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66710\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66713,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66710\/revisions\/66713"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66711"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66710"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66710"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66710"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=66710"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}