{"id":66683,"date":"2026-10-19T16:52:50","date_gmt":"2026-10-19T09:52:50","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=66683"},"modified":"2026-10-19T16:52:50","modified_gmt":"2026-10-19T09:52:50","slug":"peringati-hari-pangan-sedunia-tpid-aceh-dan-banda-aceh-siapkan-2-500-paket-sembako-murah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/19\/peringati-hari-pangan-sedunia-tpid-aceh-dan-banda-aceh-siapkan-2-500-paket-sembako-murah\/","title":{"rendered":"Peringati Hari Pangan Sedunia, TPID Aceh dan Banda Aceh Siapkan 2.500 Paket Sembako Murah"},"content":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Aceh dan TPID Kota Banda Aceh menyiapkan sebanyak 2.500 paket sembako bersubsidi melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 15\u201316 Oktober 2026. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-46 sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.<\/p>\n<p>Gerakan Pangan Murah tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Perum Bulog, ID Food, pelaku usaha, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga sejumlah komoditas kebutuhan sehari-hari.<\/p>\n<p>TPID Provinsi Aceh Sediakan 1.500 Paket Sembako<br \/>\nTPID Provinsi Aceh melalui Dinas Pangan Provinsi Aceh menggelar Gerakan Pangan Murah pada Kamis, 15 Oktober 2026, bertempat di Kantor Dinas Pangan Provinsi Aceh.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Setda Provinsi Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT., M.T.; Anggota DPD RI, Darwati A. Gani; Kepala Dinas Pangan Provinsi Aceh, Drs. Surya Rayendra; Kepala Dinas Peternakan Provinsi Aceh, Safridhal; serta Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, S.P., M.P.<\/p>\n<p>Turut hadir Pimpinan Cabang PT Rajawali Nusindo Aceh, perwakilan Bank Indonesia, Perum Bulog, PT PEMA, serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Aceh.<\/p>\n<p>Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Dinas Pangan Provinsi Aceh, Drs. Surya Rayendra, dan Asisten II Setda Provinsi Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT., M.T.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pangan Provinsi Aceh menyediakan 1.500 paket sembako bersubsidi yang berisi empat komoditas utama kebutuhan rumah tangga. Setiap paket terdiri atas beras sebanyak 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan telur ayam ras sebanyak 1 papan.<\/p>\n<p>Paket tersebut disediakan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan biaya yang lebih ringan. Melalui pemberian subsidi, masyarakat diharapkan dapat menghemat pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan pangan sehari-hari.<\/p>\n<p>Selain penjualan paket sembako, kegiatan ini juga diramaikan dengan Pasar Tani Murah yang menyediakan berbagai komoditas hortikultura, seperti sayuran, cabai, bawang, dan produk pertanian lainnya.<\/p>\n<p>Kehadiran Pasar Tani Murah memberikan pilihan tambahan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan segar dengan harga terjangkau. Kegiatan ini sekaligus membuka ruang pemasaran bagi petani dan pelaku usaha untuk menjual hasil pertanian secara langsung kepada konsumen.<\/p>\n<p>Banda Aceh Gelar Pasar Murah di Dua Lokasi<br \/>\nSementara itu, TPID Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh juga melaksanakan Gerakan Pangan Murah selama dua hari, yakni Kamis\u2013Jumat, 15\u201316 Oktober 2026.<br \/>\nPada hari pertama, pasar murah digelar di halaman Masjid As-Shadaqah, Gampong Lamlagang. Selanjutnya, pada Jumat, 16 Oktober 2026, kegiatan dipusatkan di Taman Bustanussalatin, Kota Banda Aceh.<\/p>\n<p>Wali Kota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa&#8217;aduddin Djamal, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala DP2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, S.Sos., M.Si.; Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan; Kepala Tim Bank Indonesia, Hendy Hadiyan; serta sejumlah perwakilan OPD Pemerintah Kota Banda Aceh.<\/p>\n<p>Pemerintah Kota Banda Aceh menyiapkan sebanyak 1.000 paket komoditas pangan untuk masyarakat. Setiap paket terdiri atas beras 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan telur ayam ras sebanyak 1 papan.<\/p>\n<p>Pelaksanaan pasar murah di dua lokasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat, sehingga semakin banyak warga yang memperoleh akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga bersubsidi.<\/p>\n<p>Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama menjelang berbagai kebutuhan masyarakat yang berpotensi meningkatkan permintaan komoditas pokok.<\/p>\n<p>Inflasi Pangan Jadi Perhatian<br \/>\nPelaksanaan Gerakan Pangan Murah tidak terlepas dari perkembangan inflasi di Aceh. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, inflasi Aceh pada September 2026 tercatat sebesar 0,36 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm) dan 5,03 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).<\/p>\n<p>Sementara itu, Kota Banda Aceh mencatat inflasi sebesar 0,25 persen secara bulanan dan 4,69 persen secara tahunan pada periode yang sama.<br \/>\nSecara bulanan, tekanan inflasi terutama dipengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas, antara lain cabai merah, daging ayam ras, cabai hijau, ikan tuna, dan semangka.<\/p>\n<p>Di sisi lain, beras, minyak goreng, dan gula pasir juga termasuk komoditas yang memberikan kontribusi terhadap inflasi Aceh secara tahunan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bahan pangan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.<\/p>\n<p>Melalui penyediaan paket sembako bersubsidi, TPID Provinsi Aceh dan TPID Kota Banda Aceh berupaya membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.<\/p>\n<p>Gerakan Pangan Murah juga diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan daya beli masyarakat, terutama terhadap komoditas pangan strategis.<\/p>\n<p>Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan<br \/>\nPeringatan Hari Pangan Sedunia melalui Gerakan Pangan Murah menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap akses pangan yang cukup, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, pelaku usaha, petani, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat terus diperkuat agar upaya pengendalian inflasi berjalan secara berkelanjutan.<br \/>\nMelalui kegiatan yang dilaksanakan di tingkat provinsi dan kota tersebut, TPID Provinsi Aceh dan TPID Kota Banda Aceh berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sementara stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.<\/p>\n<p>Sinergi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung melalui subsidi harga, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan pangan Aceh dalam menghadapi dinamika harga dan kebutuhan masyarakat ke depan.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Aceh dan TPID <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/19\/peringati-hari-pangan-sedunia-tpid-aceh-dan-banda-aceh-siapkan-2-500-paket-sembako-murah\/\" title=\"Peringati Hari Pangan Sedunia, TPID Aceh dan Banda Aceh Siapkan 2.500 Paket Sembako Murah\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":66684,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2876],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-66683","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-ekonomi"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66683"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66685,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66683\/revisions\/66685"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66684"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66683"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=66683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}