{"id":66534,"date":"2026-10-17T09:22:33","date_gmt":"2026-10-17T02:22:33","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=66534"},"modified":"2026-10-17T09:24:05","modified_gmt":"2026-10-17T02:24:05","slug":"sisa-2-bulan-ismawardi-desak-pupr-banda-aceh-tuntaskan-proyek-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/17\/sisa-2-bulan-ismawardi-desak-pupr-banda-aceh-tuntaskan-proyek-2026\/","title":{"rendered":"Sisa 2 Bulan, Ismawardi Desak PUPR Banda Aceh Tuntaskan Proyek 2026"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANDA ACEH \u2013<\/strong> Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh melayangkan peringatan keras kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh. Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Ismawardi, meminta dinas teknis tersebut untuk tancap gas mengejar target realisasi seluruh pekerjaan pembangunan yang telah direncanakan dalam tahun anggaran 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Desakan ini disampaikan Ismawardi pada Jumat, 16 Oktober 2026, mengingat waktu efektif pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2026 yang tersisa hanya sekitar dua bulan lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut politisi yang dikenal kritis tersebut, sisa waktu yang sangat mepet ini harus menjadi perhatian serius bagi PUPR. Jangan sampai semua proyek yang sudah direncanakan dengan anggaran miliaran rupiah dari uang rakyat itu hanya berakhir sebagai program di atas kertas dan menjadi Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&gt; &#8220;Kita minta PUPR bergerak cepat. Waktu tinggal dua bulan, ini sudah lampu kuning. Semua pekerjaan yang sudah direncanakan harus dikebut realisasinya. Jangan sampai akhir tahun nanti kita lihat banyak proyek mangkrak,&#8221; tegas Ismawardi kepada media.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun demikian, Ismawardi memberikan catatan penting. Percepatan realisasi proyek tidak boleh dilakukan dengan cara asal-asalan. Kualitas pekerjaan harus menjadi harga mati dan tidak boleh dikorbankan demi mengejar target serapan anggaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan, Dinas PUPR perlu memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai jadwal, sesuai spesifikasi teknis, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&gt; &#8220;Percepatan harus melalui pengawasan dan evaluasi yang ketat. Jangan karena mengejar target, kualitas dikorbankan. Kita tidak mau melihat jalan baru diaspal dua bulan sudah berlubang, drainase baru dibangun sudah retak. Itu merugikan rakyat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ismawardi juga meminta agar PUPR membuka data secara transparan kepada publik dan DPRK terkait progres fisik dan keuangan setiap paket pekerjaan, mulai dari jalan, drainase, trotoar, hingga gedung pemerintah. Dengan transparansi, masyarakat bisa ikut mengawasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komisi I DPRK Banda Aceh, lanjut Ismawardi, akan terus melakukan fungsi pengawasan secara intensif hingga akhir tahun anggaran. Jika ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai kualitas atau indikasi kelalaian kontraktor, pihaknya tidak segan-segan akan memanggil Kepala Dinas PUPR untuk dimintai pertanggungjawaban di gedung DPRK.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh melayangkan peringatan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/17\/sisa-2-bulan-ismawardi-desak-pupr-banda-aceh-tuntaskan-proyek-2026\/\" title=\"Sisa 2 Bulan, Ismawardi Desak PUPR Banda Aceh Tuntaskan Proyek 2026\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":66535,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[63],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-66534","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-parlementaria"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66534","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66534"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66534\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66538,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66534\/revisions\/66538"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66535"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66534"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66534"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66534"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=66534"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}