{"id":66505,"date":"2026-10-16T14:18:01","date_gmt":"2026-10-16T07:18:01","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=66505"},"modified":"2026-10-16T14:18:01","modified_gmt":"2026-10-16T07:18:01","slug":"diskominfotik-banda-aceh-imbau-warga-waspadai-sebaran-asap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/16\/diskominfotik-banda-aceh-imbau-warga-waspadai-sebaran-asap\/","title":{"rendered":"Diskominfotik Banda Aceh Imbau Warga Waspadai Sebaran Asap"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH \u2013<\/strong> Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi sebaran asap yang terdeteksi di sejumlah wilayah Aceh. Masyarakat diminta memperhatikan kondisi kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila asap mulai mengganggu kesehatan maupun jarak pandang.<\/p>\n<p>Imbauan tersebut disampaikan menyusul hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mendeteksi sebaran asap di sebagian wilayah Aceh berdasarkan citra satelit pada Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB.<\/p>\n<p>BMKG juga mencatat satu titik panas (hotspot) di wilayah Muara Satu, Kota Lhokseumawe, pada Rabu, 14 Oktober 2026, hingga pukul 23.59 WIB.<\/p>\n<p>Selain itu, jarak pandang di wilayah Aceh Utara dilaporkan menurun menjadi sekitar 2 hingga 3 kilometer berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Malikussaleh. Sementara itu, konsentrasi partikel halus PM2.5 di wilayah Aceh masih berada pada kategori baik hingga sedang.<\/p>\n<p>Muhammad Zubir mengatakan, masyarakat Kota Banda Aceh perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan perkembangan kondisi lingkungan, terutama apabila sebaran asap mulai memasuki wilayah ibu kota Provinsi Aceh tersebut.<\/p>\n<p>\u201cJika asap mulai masuk ke Kota Banda Aceh, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara mulai mengganggu. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang sesuai sebagai langkah perlindungan diri,\u201d ujar Zubir, Jumat (16\/10\/2026).<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan para pengendara kendaraan bermotor agar lebih berhati-hati apabila jarak pandang di jalan raya mulai berkurang akibat asap. Pengendara diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan demi menghindari risiko kecelakaan.<\/p>\n<p>Menurut Zubir, pemantauan informasi resmi mengenai perkembangan sebaran asap dan kualitas udara juga penting dilakukan agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi sesuai kondisi di wilayah masing-masing.<\/p>\n<p>Ia meminta masyarakat tidak mudah terpancing kepanikan, tetapi tetap mengutamakan keselamatan dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.<\/p>\n<p>\u201cJangan panik, tetapi tetap waspada. Apabila kondisi asap semakin pekat atau jarak pandang menurun, utamakan keselamatan dan batasi kegiatan di luar ruangan. Kami mengajak masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,\u201d pesannya.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil pemantauan Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI), kondisi udara di Kota Banda Aceh pada Jumat pagi, 16 Oktober 2026, terpantau berkabut asap dengan kategori kualitas udara sedang, pada nilai AQI 63.<\/p>\n<p>Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara, menjaga kesehatan, serta mengambil langkah perlindungan yang diperlukan apabila kondisi asap semakin mengganggu. Kewaspadaan bersama menjadi penting untuk meminimalkan dampak terhadap kesehatan dan menjaga keselamatan masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/16\/diskominfotik-banda-aceh-imbau-warga-waspadai-sebaran-asap\/\" title=\"Diskominfotik Banda Aceh Imbau Warga Waspadai Sebaran Asap\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":66506,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2945],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-66505","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pemko-banda-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66505"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66505\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66507,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66505\/revisions\/66507"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66505"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=66505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}