{"id":66116,"date":"2026-10-08T10:22:21","date_gmt":"2026-10-08T03:22:21","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=66116"},"modified":"2026-10-08T10:24:04","modified_gmt":"2026-10-08T03:24:04","slug":"bi-mengajar-di-uin-ar-raniry-perkuat-pemahaman-kebanksentralan-generasi-muda-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/08\/bi-mengajar-di-uin-ar-raniry-perkuat-pemahaman-kebanksentralan-generasi-muda-aceh\/","title":{"rendered":"BI Mengajar di UIN Ar-Raniry Perkuat Pemahaman Kebanksentralan Generasi Muda Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh \u2013<\/strong> Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi dan pemahaman generasi muda mengenai kebanksentralan. Upaya tersebut diwujudkan melalui program BI Mengajar yang dilaksanakan bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.<\/p>\n<p>Program BI Mengajar berlangsung pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 dan diikuti ratusan mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry.<\/p>\n<p>Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh penguatan pengetahuan mengenai peran, tugas, fungsi, serta kebijakan Bank Indonesia sebagai bank sentral, khususnya dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p>Pegawai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh hadir langsung di ruang perkuliahan sebagai pengajar. Kehadiran para praktisi Bank Indonesia tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga mengenai implementasi kebijakan bank sentral dalam kehidupan ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p>BI Mengajar menjadi salah satu bentuk komitmen sosial Bank Indonesia dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki pemahaman utuh mengenai kebanksentralan. Pengetahuan tersebut dinilai penting karena mahasiswa yang saat ini berada di bangku perguruan tinggi merupakan calon pemimpin, akademisi, ekonom, maupun pelaku usaha yang nantinya memiliki peran dalam menentukan arah pembangunan ekonomi.<\/p>\n<p>Dengan bekal pengetahuan yang memadai, generasi muda Aceh diharapkan mampu memahami berbagai kebijakan ekonomi dan turut mengambil bagian dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.<\/p>\n<p>Terintegrasi dengan Mata Kuliah<\/p>\n<p>Pelaksanaan BI Mengajar di UIN Ar-Raniry terintegrasi dengan mata kuliah Ekonomi Makro, Ekonomi Moneter, dan Kebanksentralan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.<\/p>\n<p>Materi yang diberikan membahas secara lebih mendalam mengenai tujuan, tugas, kewenangan, serta kelembagaan Bank Indonesia sebagai bank sentral. Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai arah kebijakan Bank Indonesia dalam menghadapi berbagai dinamika perekonomian.<\/p>\n<p>Selain materi kebanksentralan, mahasiswa diperkenalkan dengan perkembangan sistem pembayaran yang semakin mengalami transformasi seiring pesatnya digitalisasi ekonomi.<\/p>\n<p>Perkembangan inovasi sistem pembayaran seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan BI-FAST menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Kedua inovasi tersebut telah mendorong perubahan pola transaksi masyarakat menuju sistem pembayaran yang semakin cepat, mudah, aman, dan efisien.<\/p>\n<p>Dengan mengintegrasikan materi BI Mengajar ke dalam kegiatan perkuliahan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai kebanksentralan, tetapi juga mendapatkan perspektif langsung dari para praktisi Bank Indonesia mengenai bagaimana kebijakan dirumuskan, diterapkan, serta memberikan dampak bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Mahasiswa Jadi Saluran Komunikasi Kebijakan<\/p>\n<p>Selain menjadi sarana edukasi, BI Mengajar juga berfungsi sebagai media komunikasi kebijakan dan program kerja Bank Indonesia kepada generasi muda.<\/p>\n<p>Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis dalam memperluas pemahaman mengenai kebijakan bank sentral. Pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah diharapkan tidak berhenti pada lingkungan kampus, tetapi dapat diteruskan kepada teman sebaya, keluarga, hingga masyarakat di lingkungan masing-masing.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai arah kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, serta kebijakan sistem pembayaran.<\/p>\n<p>Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai program Bank Indonesia yang dilaksanakan di Aceh, termasuk sinergi pengendalian inflasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta upaya memperluas digitalisasi transaksi di daerah.<\/p>\n<p>Pemahaman tersebut diharapkan membuat mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna berbagai layanan dan inovasi keuangan digital, tetapi juga mampu memahami kebijakan yang berada di balik perkembangan sistem ekonomi dan keuangan tersebut.<\/p>\n<p>Bekali Mahasiswa dengan Kebanksentralan hingga Perlindungan Konsumen<\/p>\n<p>Materi yang disampaikan dalam BI Mengajar mencakup tiga topik utama, yakni kebanksentralan, sistem pembayaran, dan perlindungan konsumen.<\/p>\n<p>Pada materi kebanksentralan, mahasiswa diperkenalkan dengan tujuan, tugas, kelembagaan, serta instrumen kebijakan Bank Indonesia. Pemahaman ini menjadi dasar bagi mahasiswa untuk mengetahui bagaimana bank sentral menjalankan mandatnya dalam menjaga stabilitas perekonomian.<\/p>\n<p>Sementara itu, materi sistem pembayaran membahas perkembangan infrastruktur dan inovasi pembayaran digital. QRIS dan BI-FAST menjadi contoh perkembangan sistem pembayaran yang semakin dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.<\/p>\n<p>Tidak kalah penting, mahasiswa juga mendapatkan materi mengenai perlindungan konsumen. Materi ini menekankan pentingnya pemahaman terhadap hak dan kewajiban konsumen, terutama di tengah semakin berkembangnya transaksi dan aktivitas keuangan di ruang digital.<\/p>\n<p>Mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital serta mengetahui mekanisme pengaduan yang dapat ditempuh ketika menghadapi persoalan terkait layanan keuangan.<\/p>\n<p>Pengajar Berasal dari Praktisi Bank Indonesia<\/p>\n<p>Kegiatan BI Mengajar dibawakan langsung oleh pegawai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh yang memiliki pengalaman dalam substansi kebijakan maupun implementasinya di lapangan.<\/p>\n<p>Kehadiran praktisi Bank Indonesia memberikan warna tersendiri dalam proses pembelajaran. Mahasiswa dapat memperoleh contoh konkret mengenai bagaimana sebuah kebijakan bank sentral diterapkan dan bagaimana dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat.<\/p>\n<p>Materi yang diberikan juga disesuaikan dengan konteks perekonomian Aceh. Dengan pendekatan tersebut, berbagai konsep kebanksentralan diharapkan lebih mudah dipahami karena dikaitkan dengan kondisi, karakteristik ekonomi daerah, serta perkembangan ekosistem keuangan di Aceh.<\/p>\n<p>Pendekatan kontekstual ini menjadi penting agar mahasiswa tidak hanya memahami kebijakan Bank Indonesia secara umum, tetapi juga mengetahui bagaimana kebijakan tersebut berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.<\/p>\n<p>Perkuat Sinergi Bank Indonesia dan Perguruan Tinggi<\/p>\n<p>Program BI Mengajar sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi Bank Indonesia dengan perguruan tinggi di Aceh.<\/p>\n<p>Perguruan tinggi dipandang sebagai mitra strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul sekaligus memperluas diseminasi kebijakan bank sentral kepada masyarakat melalui lingkungan akademik.<\/p>\n<p>Kolaborasi tersebut juga membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan kajian dan riset ekonomi, khususnya kajian yang berkaitan dengan karakteristik serta tantangan perekonomian daerah.<\/p>\n<p>Melalui kerja sama yang semakin kuat antara Bank Indonesia dan perguruan tinggi, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat berkembang sebagai generasi yang kritis, adaptif, dan mampu membaca berbagai dinamika ekonomi.<\/p>\n<p>Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh akan melanjutkan program BI Mengajar dengan menggandeng perguruan tinggi lainnya di Aceh.<\/p>\n<p>Perluasan program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa sehingga pemahaman mengenai kebanksentralan, sistem pembayaran, dan perlindungan konsumen semakin merata di kalangan generasi muda.<\/p>\n<p>Langkah tersebut sekaligus menjadi investasi pengetahuan bagi generasi muda Aceh agar semakin siap menghadapi perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi keuangan yang berlangsung cepat.<\/p>\n<p>Dengan semakin luasnya pemahaman kebanksentralan di kalangan mahasiswa, Bank Indonesia berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami perkembangan ekonomi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh serta Indonesia pada masa mendatang.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2013 Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh terus memperkuat <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/08\/bi-mengajar-di-uin-ar-raniry-perkuat-pemahaman-kebanksentralan-generasi-muda-aceh\/\" title=\"BI Mengajar di UIN Ar-Raniry Perkuat Pemahaman Kebanksentralan Generasi Muda Aceh\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":66117,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2876],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-66116","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-ekonomi"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66116","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66116"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66116\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66119,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66116\/revisions\/66119"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66117"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66116"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66116"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66116"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=66116"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}