{"id":66103,"date":"2026-10-08T09:02:37","date_gmt":"2026-10-08T02:02:37","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=66103"},"modified":"2026-10-08T09:03:52","modified_gmt":"2026-10-08T02:03:52","slug":"penataan-jalan-tgk-chik-pante-kulu-dinilai-mampu-bangkitkan-ekonomi-pedagang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/08\/penataan-jalan-tgk-chik-pante-kulu-dinilai-mampu-bangkitkan-ekonomi-pedagang\/","title":{"rendered":"Penataan Jalan Tgk Chik Pante Kulu Dinilai Mampu Bangkitkan Ekonomi Pedagang"},"content":{"rendered":"<p><b>Banda Aceh<\/b> \u2013 Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Banda Aceh, Muhammad Zubir, menilai Penataan Kawasan Jalan Tgk. Chik Pante Kulu Tahap III bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Menurutnya, proyek ini merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem sosial-ekonomi yang berpihak pada warga, terutama pelaku UMKM.<\/p>\n<p>\u201cPenataan ini bukan hanya memperbaiki jalan, tetapi membangun ekosistem sosial-ekonomi pedagang dan masyarakat. Kawasan Tgk. Chik Pante Kulu akan bertransformasi menjadi &#8216;ruang tamu kota&#8217; yang inklusif,\u201d kata Zubir, Rabu (07\/10\/2026).<\/p>\n<p>Zubir menjelaskan, konsep pembangunan berorientasi pejalan kaki yang diterapkan menjadikan kawasan ini ramah pejalan kaki. Jalur pejalan kaki diperlebar, dilengkapi guide block, area duduk, serta vegetasi peneduh. Kawasan ini juga dirancang bebas kendaraan bermotor sehingga menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak dan nyaman untuk berbelanja.<\/p>\n<p>\u201cDengan konsep car free zone dan shared space, ekonomi warga akan tumbuh berdampingan dengan aktivitas religi dan interaksi sosial masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi Pemko Banda Aceh untuk mewujudkan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Zubir, penataan ini juga memperkuat identitas budaya Aceh. Desain bangunan dan lanskap mengangkat karakter lokal, dengan penambahan taman sentral, area duduk publik, serta struktur peneduh hijau yang ikonik. Pencahayaan dirancang untuk memperpanjang durasi aktivitas ekonomi hingga malam hari.<\/p>\n<p>\u201cPenggunaan stempel beton seluas 3.250 meter persegi dan overlay jalan aspal seluas 582 meter persegi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadirkan kawasan yang modern, humanis, dan berkarakter lokal,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Zubir menambahkan, Diskominfotik siap mendukung promosi kawasan melalui kanal informasi resmi pemerintah. Dukungan tersebut meliputi kegiatan publikasi, penyebaran informasi, serta literasi digital bagi pedagang.<\/p>\n<p>Ia berharap, Penataan Kawasan Jalan Tgk. Chik Pante Kulu Tahap III dapat menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Banda Aceh, sekaligus destinasi wisata kota yang representatif dan mampu mendongkrak perekonomian pedagang lokal.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2013 Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Banda Aceh, <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/08\/penataan-jalan-tgk-chik-pante-kulu-dinilai-mampu-bangkitkan-ekonomi-pedagang\/\" title=\"Penataan Jalan Tgk Chik Pante Kulu Dinilai Mampu Bangkitkan Ekonomi Pedagang\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":66104,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2945],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-66103","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pemko-banda-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66103"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66103\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66105,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66103\/revisions\/66105"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66103"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=66103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}