{"id":65728,"date":"2026-10-01T09:04:34","date_gmt":"2026-10-01T02:04:34","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=65728"},"modified":"2026-10-01T09:05:55","modified_gmt":"2026-10-01T02:05:55","slug":"di-hut-ke-22-dpd-ri-senator-aceh-tgk-ahmada-tegaskan-komitmen-kawal-aspirasi-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/01\/di-hut-ke-22-dpd-ri-senator-aceh-tgk-ahmada-tegaskan-komitmen-kawal-aspirasi-daerah\/","title":{"rendered":"Di HUT ke-22 DPD RI, Senator Aceh Tgk Ahmada Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Daerah"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) genap berusia 22 tahun pada 1 Oktober 2026. Momentum bersejarah yang bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila ini menjadi refleksi perjalanan lembaga tinggi negara sebagai representasi daerah.<\/p>\n<p>Anggota DPD RI \/ MPR RI Dapil Aceh Periode 2024-2029, Tgk. Ahmada. MZ, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-22 untuk DPD RI. Dengan mengusung tema besar _&#8221;Dari Daerah Untuk Indonesia&#8221;_, Tgk Ahmada menegaskan bahwa DPD RI harus terus hadir sebagai jembatan utama antara kepentingan daerah dengan kebijakan nasional.<\/p>\n<p>&#8220;Selamat 22 Tahun DPD RI. 22 tahun adalah usia matang untuk sebuah lembaga negara. DPD RI lahir dari rahim reformasi untuk memastikan bahwa suara daerah dari Sabang sampai Merauke, termasuk Aceh, tidak lagi terpinggirkan dalam pembangunan nasional,&#8221; ujar Tgk Ahmada, Rabu (1\/10\/2026).<\/p>\n<p>Senator asal Aceh yang dikenal dengan sapaan Abu Ahmad Perti ini menyampaikan, sesuai dengan pesan yang ada di flyer ucapan resminya, DPD RI harus terus bersinergi, mengawal aspirasi daerah, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.<\/p>\n<p>Menurutnya, sinergi yang dimaksud bukan hanya sinergi dengan pemerintah pusat, tetapi juga sinergi dengan pemerintah provinsi, kabupaten\/kota, serta dengan seluruh elemen masyarakat. Sebagai lembaga yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat di setiap provinsi, DPD RI memiliki legitimasi kuat untuk memperjuangkan isu-isu krusial seperti otonomi daerah, dana perimbangan, ketimpangan pembangunan, hingga pelestarian adat dan budaya lokal.<\/p>\n<p>&#8220;Selama 22 tahun ini DPD RI telah banyak berkontribusi. Namun ke depan, tantangan kita semakin kompleks. Isu ketahanan pangan daerah, pemerataan infrastruktur, pendidikan di wilayah 3T, dan penguatan keistimewaan Aceh menjadi pekerjaan rumah yang harus kita kawal bersama di Senayan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Tgk Ahmada juga menyoroti makna ganda tanggal 1 Oktober. Selain sebagai HUT DPD RI, tanggal tersebut juga merupakan Hari Kesaktian Pancasila. Ia menilai hal ini menjadi pengingat bahwa eksistensi DPD RI adalah untuk memperkuat ideologi Pancasila melalui praktik keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama keadilan pembangunan antar daerah.<\/p>\n<p>&#8220;Dari daerah untuk Indonesia, itulah ruh Pancasila. Ketika daerah maju, sejahtera, dan aspirasinya didengar, maka Indonesia akan semakin kokoh dan sakti. Saya sebagai wakil Aceh di DPD RI \/ MPR RI berkomitmen untuk terus menjadi penyambung lidah rakyat Aceh di tingkat nasional,&#8221; tutup Tgk Ahmada.<\/p>\n<p>Perayaan 22 Tahun DPD RI tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran DPD RI agar semakin berdaya dan memiliki kewenangan yang lebih kuat dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, sehingga benar-benar mampu mewujudkan pemerataan kesejahteraan dari daerah untuk Indonesia.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) genap berusia 22 <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/01\/di-hut-ke-22-dpd-ri-senator-aceh-tgk-ahmada-tegaskan-komitmen-kawal-aspirasi-daerah\/\" title=\"Di HUT ke-22 DPD RI, Senator Aceh Tgk Ahmada Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Daerah\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":65729,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2911],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-65728","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-news"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65728"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65728\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65731,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65728\/revisions\/65731"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65729"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65728"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=65728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}