{"id":65391,"date":"2026-09-25T17:24:04","date_gmt":"2026-09-25T10:24:04","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=65391"},"modified":"2026-09-25T17:26:18","modified_gmt":"2026-09-25T10:26:18","slug":"lima-bulan-menunggu-dua-dapur-mbg-di-aceh-tenggara-belum-beroperasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/25\/lima-bulan-menunggu-dua-dapur-mbg-di-aceh-tenggara-belum-beroperasi\/","title":{"rendered":"Lima Bulan Menunggu, Dua Dapur MBG di Aceh Tenggara Belum Beroperasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH \u2013<\/strong> Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh Tenggara, Wary Desky, S.H., M.Kn., menyoroti belum beroperasinya dua dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah selesai dibangun hingga 100 persen.<\/p>\n<p>Persoalan tersebut disampaikan Wary Desky dalam pertemuan bersama KADIN Aceh dan Ketua Umum DPP Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI), H. Alven Stony, S.I.P., di Moorden Coffee, Banda Aceh, Jumat (25\/9\/2026).<\/p>\n<p>Wary mengatakan, dua dapur yang dibangun melalui yayasan Balesa dibawah naungan KADIN Aceh tersebut telah menghabiskan investasi cukup besar. Namun, hingga kini belum memperoleh keputusan untuk mulai beroperasi.<\/p>\n<p>\u201cDapur kita ini sudah hampir lima sampai enam bulan tidak beroperasional. Kita juga bingung, dapur sudah 100 persen, tetapi surat keputusan untuk beroperasional belum juga keluar,\u201d ujar Wary.<\/p>\n<p>Menurutnya, KADIN Aceh Tenggara telah berkoordinasi dengan KADIN Aceh maupun GAPEMBI Pusat untuk mencari tahu kendala yang menyebabkan dapur yang telah selesai dibangun tersebut belum juga mendapatkan kepastian untuk dapat ber-operasional.<\/p>\n<p>Ia menyebut proses pembenahan dan perubahan ketentuan di internal Badan Gizi Nasional (BGN) turut berdampak terhadap proses operasional dapur MBG di daerah.<\/p>\n<p>\u201cAturan BGN terus diperbarui. Setiap bulan ada aturan baru. Sehingga proses dapur yang sudah 100 persen ini masih menunggu untuk dioperasionalkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Wary Desky berharap BGN dapat melakukan penilaian secara objektif terhadap dapur-dapur yang telah selesai dibangun dan memenuhi persyaratan.<\/p>\n<p>Menurutnya, para pengusaha di daerah telah mengambil peran sebagai mitra pemerintah dengan menginvestasikan modal untuk mendukung pelaksanaan program MBG.<\/p>\n<p>\u201cKami dari Kadin Aceh Tenggara berharap BGN lebih objektif memberikan penilaian terhadap dapur-dapur yang sudah 100 persen,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Wary juga berharap Aceh mendapat perhatian dalam proses penentuan dapur yang akan dioperasikan. Menurutnya, Aceh masih menghadapi persoalan stunting sehingga program MBG dibutuhkan untuk mendukung peningkatan gizi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSudah hampir lima sampai enam bulan, sementara dana kita sudah terpendam di situ. Bingung kita mau ngapain,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Karena itu, KADIN Aceh Tenggara terus melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan KADIN Aceh serta pihak terkait di tingkat pusat.<\/p>\n<p>Wary berharap kehadiran Ketua Umum DPP GAPEMBI, H. Alven Stony, S.I.P., di Aceh dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan pihak BGN sehingga persoalan dua dapur tersebut segera mendapatkan solusi.<\/p>\n<p>\u201cKita terus berkonsolidasi dan koordinasi. Mudah-mudahan ada solusi untuk ke depannya,\u201d pungkasnya.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh Tenggara, Wary <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/25\/lima-bulan-menunggu-dua-dapur-mbg-di-aceh-tenggara-belum-beroperasi\/\" title=\"Lima Bulan Menunggu, Dua Dapur MBG di Aceh Tenggara Belum Beroperasi\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":65392,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2911],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-65391","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-news"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65391","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65391"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65391\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65394,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65391\/revisions\/65394"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65392"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65391"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=65391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}