{"id":64476,"date":"2026-09-11T14:47:02","date_gmt":"2026-09-11T07:47:02","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=64476"},"modified":"2026-09-11T14:47:02","modified_gmt":"2026-09-11T07:47:02","slug":"plt-sekda-aceh-buka-rakerda-dekranasda-se-aceh-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/11\/plt-sekda-aceh-buka-rakerda-dekranasda-se-aceh-2026\/","title":{"rendered":"Plt. Sekda Aceh Buka Rakerda Dekranasda Se-Aceh 2026 \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh \u2013<\/strong> Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, M.Si., membuka seremonial Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten\/Kota se-Aceh Tahun 2026, yang dirangkai dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, Rapat Konsultasi TP PKK se-Aceh, serta Pameran Kriya Unggulan Tahun 2026 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat (11\/9\/2026).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan tersebut dihadiri Ketua TP-PKK Aceh Marlina Muzakir, para ketua PKK Kabupaten Kota serta pejabat terkait lainnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kesempatan tersebut, Taufik membacakan sambutan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh). Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa peringatan HKG PKK hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi, memperkuat konsolidasi, dan memastikan 10 Program Pokok PKK benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurutnya, Rapat Konsultasi TP PKK se-Aceh memiliki arti penting sebagai forum memperkuat koordinasi, mengevaluasi pelaksanaan program, sekaligus menyelaraskan langkah ke depan agar gerakan PKK di seluruh Aceh semakin efektif, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa juga menekankan posisi strategis PKK yang bekerja dari lingkungan paling mendasar, yakni keluarga. Dari keluarga, berbagai aspek pembangunan dapat diperkuat, mulai dari kesehatan, pendidikan, karakter, ketahanan sosial hingga kemandirian ekonomi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam konteks pemberdayaan ekonomi, Wakil Gubernur melihat adanya hubungan erat antara PKK dan Dekranasda. Pemberdayaan keluarga, kata dia, harus berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi, terutama dengan mendorong perempuan dan keluarga Aceh menjadi pelaku UMKM dan perajin, sekaligus menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eWakil Gubernur juga menyambut baik tema Rakerda Dekranasda Aceh Tahun 2026, \u201cCipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia.\u201d Tema tersebut dinilai mencerminkan semangat untuk menjadikan produk kriya Aceh tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kelestarian budaya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurutnya, Aceh memiliki kekayaan kriya dan wastra dengan motif, teknik, dan karakter yang khas. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan tersebut dikembangkan menjadi produk yang inovatif dan berkualitas, memenuhi standar pasar global, namun tetap mempertahankan identitas Aceh.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePara perajin juga didorong untuk adaptif terhadap perubahan pasar dengan memanfaatkan transformasi digital, termasuk media sosial, platform digital, dan strategi pemasaran kreatif. Dengan demikian, produk kriya Aceh tidak hanya menunggu konsumen datang, tetapi dapat dipasarkan ke berbagai daerah hingga pasar internasional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLebih lanjut, Wakil Gubernur berharap Rakerda Dekranasda menghasilkan program kerja yang konkret, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi perajin serta pelaku UMKM. Koordinasi antara Dekranasda Aceh dan Dekranasda Kabupaten\/Kota juga perlu terus diperkuat, khususnya dalam pembinaan perajin, peningkatan kualitas produk, promosi, dan perluasan akses pasar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa berharap setiap kabupaten\/kota di Aceh memiliki produk unggulan yang menjadi identitas daerah, untuk kemudian didorong bersama menjadi bagian dari branding kriya Aceh.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSemangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan tema HKG PKK tahun ini, \u201cKuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.\u201d Tema itu diharapkan dapat diterjemahkan melalui kerja nyata dengan memperkuat keluarga, memberdayakan perempuan dan masyarakat, mengembangkan UMKM, serta melestarikan budaya sekaligus menjadikannya sebagai sumber ekonomi baru.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eUntuk mewujudkan hal tersebut, seluruh jajaran PKK dan Dekranasda diajak membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, perbankan, komunitas, serta seluruh pemangku kepentingan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDengan kebersamaan dan kerja yang konsisten, kami yakin PKK dan Dekranasda dapat memberikan kontribusi semakin besar bagi kesejahteraan masyarakat Aceh,\u201d demikian pesan Wakil Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Plt. Sekda Aceh Taufik.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePada akhir sambutan, Plt. Sekda Aceh Taufik secara resmi membuka Rapat Konsultasi TP PKK se-Aceh dan Rapat Kerja Daerah Dekranasda Aceh Tahun 2026. []<br \/>\n\u200e<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2013 Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, M.Si., <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/11\/plt-sekda-aceh-buka-rakerda-dekranasda-se-aceh-2026\/\" title=\"Plt. Sekda Aceh Buka Rakerda Dekranasda Se-Aceh 2026 \u200e\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":64477,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1320],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-64476","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pemerintah-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64476","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64476"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64476\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64478,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64476\/revisions\/64478"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64477"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64476"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64476"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64476"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=64476"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}