{"id":64415,"date":"2026-09-10T15:16:05","date_gmt":"2026-09-10T08:16:05","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=64415"},"modified":"2026-09-10T15:16:05","modified_gmt":"2026-09-10T08:16:05","slug":"dua-pelaku-penculikan-dan-penganiayaan-di-banda-aceh-ditangkap-senpi-laras-pendek-diamankan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/dua-pelaku-penculikan-dan-penganiayaan-di-banda-aceh-ditangkap-senpi-laras-pendek-diamankan\/","title":{"rendered":"Dua Pelaku Penculikan dan Penganiayaan di Banda Aceh Ditangkap, Senpi Laras Pendek Diamankan"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH \u2013<\/strong> Tim Unit V Jatanras Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam kasus penculikan dan penganiayaan terhadap seorang mahasiswa di Banda Aceh.<\/p>\n<p>Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial DT (31), mahasiswa asal Manduamas Baru, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, serta MUL (40), warga Lamtemen Barat, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.<\/p>\n<p>Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kasatreskrim Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, kedua pelaku diamankan dalam pengembangan kasus penculikan dan penganiayaan yang dilaporkan korban, Rian Risky Ramdhan (33).<\/p>\n<p>\u201cDari hasil penyelidikan dan pengembangan, tim berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana penculikan dan penganiayaan tersebut,\u201d kata Kompol Miftahuda, Kamis (10\/9\/2026) siang.<\/p>\n<p>Penangkapan pertama dilakukan Tim Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Banda Aceh pada Kamis (3\/9\/2026).<\/p>\n<p>Dizha mengatakan, saat itu, tim memperoleh informasi bahwa salah seorang terduga pelaku sedang berada di kawasan Simpang Dodik, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.<\/p>\n<p>Tim kemudian bergerak ke lokasi dan mengamankan salah satu terduga pelaku. Dizha menjelaskan bahwa dalam pemeriksaan awal, yang bersangkutan mengakui keterlibatannya dalam penculikan dan penganiayaan terhadap korban bersama MUL dan seorang pria lainnya yang identitasnya masih dalam pencarian.<\/p>\n<p>Selanjutnya, terduga pelaku dibawa ke Satreskrim Polresta Banda Aceh untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.<br \/>\nPolisi kemudian melakukan pengembangan terhadap keberadaan MUL. Hasil penyelidikan menunjukkan MUL berada di Kecamatan Jeunib, Kabupaten Bireuen.<\/p>\n<p>Pada Senin (7\/9\/2026), tim Jatanras bergerak menuju lokasi tersebut. Setelah melakukan pencarian, petugas menemukan MUL sedang berada di sebuah warung kopi di wilayah Kecamatan Jeunib.<\/p>\n<p>\u201c MUL diamankan bersama sejumlah barang bukti, yakni satu unit senjata api laras pendek, satu magazen berisi 13 butir peluru, satu buah borgol, serta satu buah gembok,\u201d ujar Kasatreskrim.<\/p>\n<p>Dalam pemeriksaan awal, MUL juga mengakui keterlibatannya dalam penculikan dan penganiayaan terhadap korban. Untuk senjata api laras pendek dalam pendalaman pihak kepolisian, kata Kompol Dizha.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, kasus tersebut bermula pada Kamis (19\/2\/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, korban berada di Terminal Keudah, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.<\/p>\n<p>Korban kemudian dipanggil MUL yang datang menggunakan mobil Daihatsu Ayla warna kuning. MUL menanyakan kepada korban mengenai tempat mendapatkan tuak. Setelah korban memberikan informasi, MUL masuk ke dalam mobil dengan alasan mengambil uang.<\/p>\n<p>\u201c Tidak lama kemudian, MUL memundurkan mobil mendekati korban. Dari dalam kendaraan turun dua orang lainnya yang disebut dalam laporan sebagai Togar dan Dekmat. Keduanya kemudian memaksa korban masuk ke dalam mobil,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p>Korban sempat menolak, namun menurut laporan polisi, korban dipaksa masuk dengan cara dipiting pada bagian tangan dan leher.<\/p>\n<p>Di dalam mobil, korban kemudian diikat tangan dan kakinya serta mengalami penganiayaan. Setelah sekitar 30 menit perjalanan, MUL disebut berganti posisi dengan salah seorang pelaku sebagai pengemudi.<\/p>\n<p>Korban juga mendapat ancaman akan dibunuh, ucap Dizha lagi.<\/p>\n<p>Sekitar pukul 08.30 WIB, korban sempat melarikan diri ketika para pelaku tertidur. Namun, korban kembali ditangkap dan menurut korban, ia kembali mengalami penganiayaan.<\/p>\n<p>Sekitar pukul 12.30 WIB, korban akhirnya dilepaskan. Korban juga diberikan uang Rp50.000 untuk ongkos pulang, ucapnya.<br \/>\nAkibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet dan memar pada sejumlah bagian tubuh. Korban juga mengaku takut pulang karena adanya ancaman dari para pelaku.<\/p>\n<p>Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Banda Aceh pada 19 Februari 2026 melalui Laporan Polisi Nomor LP\/B\/147\/II\/2026\/SPKT\/Polresta Banda Aceh\/Polda Aceh Sat Reskrim.<\/p>\n<p>Dalam penanganan kasus ini, polisi masih memburu seorang pria lainnya yang diduga terlibat dalam penculikan dan penganiayaan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cPenyidik masih melakukan pengembangan dan mencari pelaku lainnya serta mendalami asal senjata api tersebut. Selanjutnya juga akan dilakukan koordinasi dengan jaksa penuntut umum,\u201d ujar Kompol Miftahuda.<\/p>\n<p>Polisi selanjutnya melakukan penyidikan terhadap perkara tersebut, termasuk melengkapi berkas perkara serta melakukan gelar perkara untuk menentukan proses hukum selanjutnya, pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Tim Unit V Jatanras Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/dua-pelaku-penculikan-dan-penganiayaan-di-banda-aceh-ditangkap-senpi-laras-pendek-diamankan\/\" title=\"Dua Pelaku Penculikan dan Penganiayaan di Banda Aceh Ditangkap, Senpi Laras Pendek Diamankan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":64416,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[67],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-64415","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-polresta-banda-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64415","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64415"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64415\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64417,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64415\/revisions\/64417"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64416"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64415"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64415"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64415"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=64415"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}