{"id":64079,"date":"2026-09-05T22:21:38","date_gmt":"2026-09-05T15:21:38","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=64079"},"modified":"2026-09-05T22:23:59","modified_gmt":"2026-09-05T15:23:59","slug":"illiza-hadiri-apel-tahunan-pesantren-oemar-diyan-tekankan-pentingnya-karakter-dan-akhlak-santri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/05\/illiza-hadiri-apel-tahunan-pesantren-oemar-diyan-tekankan-pentingnya-karakter-dan-akhlak-santri\/","title":{"rendered":"Illiza Hadiri Apel Tahunan Pesantren Oemar Diyan, Tekankan Pentingnya Karakter dan Akhlak Santri"},"content":{"rendered":"<p><strong>ACEH BESAR \u2013<\/strong> Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa\u2019aduddin Djamal, menghadiri Apel Tahunan Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan, Krueng Lamkareung, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu, 5 September 2026.<\/p>\n<p>Kehadiran Illiza dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan pendidikan pesantren di Aceh, khususnya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, berdisiplin dan memiliki akhlak yang baik.<\/p>\n<p>Suasana apel berlangsung penuh semangat. Para santri tampil dengan disiplin dan kekompakan, menunjukkan kesiapan mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan pendidikan dan pembinaan kepesantrenan.<\/p>\n<p>Melalui unggahan yang dibagikannya, Illiza menyampaikan rasa syukur dapat kembali bersama para santri Pesantren Oemar Diyan dalam momentum Apel Tahunan. Menurutnya, semangat dan kedisiplinan yang ditunjukkan para santri menjadi pengingat bahwa pendidikan memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar proses transfer ilmu pengetahuan.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, pagi ini kembali bersama para santri Pesantren Oemar Diyan dalam Apel Tahunan. Semangat dan kedisiplinan mereka menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu, tetapi juga tentang membentuk karakter dan akhlak,\u201d ujar Illiza.<\/p>\n<p>Ia menilai keberadaan pesantren memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda Aceh menghadapi masa depan. Lingkungan pesantren tidak hanya menjadi ruang untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga tempat bagi para santri untuk belajar tentang kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan serta kehidupan bermasyarakat.<\/p>\n<p>Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan berbasis pesantren di Aceh yang memadukan pendidikan agama dengan pendidikan umum. Dalam berbagai kesempatan, pesantren tersebut juga terus mendorong para santrinya agar mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mengambil peran di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Bagi Illiza, pembentukan karakter sejak di bangku pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan Aceh. Kemajuan daerah, menurutnya, tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang memiliki integritas, keteguhan moral dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.<\/p>\n<p>Karena itu, pendidikan karakter dan akhlak perlu berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan bekal tersebut, para santri diharapkan mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman dan budaya Aceh.<\/p>\n<p>\u201cInsya Allah, dari pesantren akan terus lahir generasi muda Aceh yang kuat ilmunya, baik akhlaknya, dan siap mengambil peran untuk masa depan Aceh,\u201d kata Illiza.<\/p>\n<p>Apel Tahunan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan kedisiplinan di kalangan santri. Kegiatan seperti ini juga menjadi bagian penting dalam membangun mental dan karakter peserta didik agar terbiasa menjalankan tanggung jawab secara tertib dan konsisten.<\/p>\n<p>Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, keberadaan pesantren dinilai tetap memiliki posisi penting dalam pembangunan sumber daya manusia Aceh. Pesantren diharapkan mampu terus melahirkan lulusan yang memiliki wawasan luas, berpegang teguh pada nilai agama, serta mampu berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.<\/p>\n<p>Dukungan terhadap pendidikan pesantren juga menjadi bagian dari upaya membangun Aceh melalui sumber daya manusia. Generasi muda yang memiliki ilmu, keterampilan, karakter dan akhlak diharapkan menjadi modal penting untuk membawa Aceh menuju masa depan yang lebih baik.<\/p>\n<p>Kehadiran Illiza pada Apel Tahunan Pesantren Oemar Diyan turut memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan dan masyarakat dalam membangun kualitas generasi muda.<\/p>\n<p>Dengan semangat kolaborasi tersebut, pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang mampu bersaing secara akademik, tetapi juga pribadi-pribadi yang memiliki kepedulian, tanggung jawab dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Apel Tahunan Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan pada Sabtu, 5 September 2026, pun menjadi salah satu momentum untuk kembali meneguhkan pesan bahwa masa depan Aceh sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya\u2014dan pesantren menjadi salah satu tempat penting untuk menyiapkan generasi tersebut.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEH BESAR \u2013 Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa\u2019aduddin Djamal, menghadiri Apel <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/05\/illiza-hadiri-apel-tahunan-pesantren-oemar-diyan-tekankan-pentingnya-karakter-dan-akhlak-santri\/\" title=\"Illiza Hadiri Apel Tahunan Pesantren Oemar Diyan, Tekankan Pentingnya Karakter dan Akhlak Santri\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":64080,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2945],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-64079","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pemko-banda-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64079","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64079"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64079\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64082,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64079\/revisions\/64082"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64079"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64079"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64079"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=64079"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}