{"id":63502,"date":"2026-08-26T09:13:37","date_gmt":"2026-08-26T02:13:37","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=63502"},"modified":"2026-08-26T09:18:16","modified_gmt":"2026-08-26T02:18:16","slug":"wali-kota-banda-aceh-serahkan-kursi-roda-untuk-tiga-lansia-di-jaya-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/08\/26\/wali-kota-banda-aceh-serahkan-kursi-roda-untuk-tiga-lansia-di-jaya-baru\/","title":{"rendered":"Wali Kota Banda Aceh Serahkan Kursi Roda untuk Tiga Lansia di Jaya Baru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANDA ACEH \u2013<\/strong> Kepedulian Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan alat bantu mobilitas. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa\u2019aduddin Djamal, menyerahkan langsung bantuan kursi roda kepada tiga warga di Kecamatan Jaya Baru, Senin (24\/8\/2026) sore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tiga warga yang menerima bantuan tersebut masing-masing Syamsuddin, Heppi Nurbintata, dan Ummamah. Ketiganya merupakan warga lanjut usia (lansia) yang mengalami kondisi sakit sehingga membutuhkan alat bantu untuk mendukung aktivitas dan mobilitas sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyerahan kursi roda tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan perhatian kepada masyarakat, khususnya warga lanjut usia dan kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam beraktivitas akibat kondisi kesehatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bantuan kursi roda itu bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokir) Anggota DPRK Banda Aceh, Faisal Ridha, yang kemudian direalisasikan melalui kolaborasi bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banda Aceh. Sinergi antara legislatif dan pemerintah daerah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Sukmawati, menjelaskan bahwa bantuan tidak diberikan secara sembarangan. Setiap calon penerima terlebih dahulu melalui proses asesmen untuk memastikan bantuan benar-benar diberikan kepada warga yang memenuhi kriteria dan membutuhkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, proses asesmen dilakukan dengan melihat berbagai aspek, mulai dari kondisi kesehatan calon penerima, tingkat kebutuhan terhadap kursi roda, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSebelum kita salurkan, kita melakukan asesmen dulu. Dicek kelayakan, kondisi sakitnya apa, misalnya stroke. Kemudian desilnya berapa 1-4 dan kita ikat dengan surat kurang mampu,\u201d kata Sukmawati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses tersebut penting dilakukan agar bantuan sosial yang disalurkan pemerintah dapat tepat sasaran. Selain memastikan kondisi penerima memang membutuhkan alat bantu, Dinsos juga melakukan verifikasi terhadap kondisi ekonomi melalui data dan dokumen pendukung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, bantuan kursi roda tidak hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga bagian dari mekanisme pelayanan sosial yang dilakukan berdasarkan hasil penilaian dan kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi penerima, kursi roda tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Keterbatasan mobilitas yang dialami lansia karena sakit sering kali membuat mereka bergantung kepada keluarga untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kehadiran kursi roda diharapkan dapat membantu meningkatkan kenyamanan penerima sekaligus meringankan beban keluarga yang selama ini mendampingi dan merawat mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa\u2019aduddin Djamal, menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi penerima dan keluarga. Ia menilai bantuan alat bantu seperti kursi roda memiliki arti penting bagi warga yang mengalami keterbatasan mobilitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAlhamdulillah, bantuan ini bisa kita salurkan. Bisa membantu meringankan masyarakat,\u201d ujar Illiza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyerahan secara langsung oleh Wali Kota juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat di tingkat bawah. Kehadiran kepala daerah di tengah penerima bantuan menjadi bentuk komunikasi langsung sekaligus upaya untuk melihat kebutuhan warga secara lebih dekat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Sosial terus berupaya agar program bantuan sosial dapat menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kolaborasi dengan anggota legislatif melalui pokir diharapkan semakin memperkuat dukungan terhadap pelayanan sosial, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, maupun warga dengan kondisi ekonomi terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bantuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan pemerintah bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, DPRK, dan masyarakat, diharapkan berbagai kebutuhan warga dapat ditangani secara lebih cepat, tepat, dan terukur. Penyaluran kursi roda kepada tiga lansia di Jaya Baru pun menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi tersebut dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Kepedulian Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap masyarakat yang membutuhkan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/08\/26\/wali-kota-banda-aceh-serahkan-kursi-roda-untuk-tiga-lansia-di-jaya-baru\/\" title=\"Wali Kota Banda Aceh Serahkan Kursi Roda untuk Tiga Lansia di Jaya Baru\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":63503,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2945],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-63502","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pemko-banda-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63502","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63502"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63502\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63506,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63502\/revisions\/63506"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63503"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63502"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63502"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63502"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=63502"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}