{"id":63228,"date":"2026-08-23T08:23:09","date_gmt":"2026-08-23T01:23:09","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=63228"},"modified":"2026-08-23T08:23:09","modified_gmt":"2026-08-23T01:23:09","slug":"warga-jadi-korban-penganiayaan-berat-di-dekai-satgas-kepolisian-operasi-damai-cartenz-kejar-pelaku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/08\/23\/warga-jadi-korban-penganiayaan-berat-di-dekai-satgas-kepolisian-operasi-damai-cartenz-kejar-pelaku\/","title":{"rendered":"Warga Jadi Korban Penganiayaan Berat di Dekai, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kejar Pelaku"},"content":{"rendered":"<p><strong>Dekai, Papua Pegunungan \u2013<\/strong> Tim Gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo tengah melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku penganiayaan berat menggunakan senjata tajam terhadap seorang warga bernama Adit (40) di kawasan Jalan Sosial, Kompleks Kali Bonto, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Kamis (20\/8\/2026) malam.<\/p>\n<p>Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., saat diwawancarai media pada Sabtu (22\/8), mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 19.15 WIT saat wilayah sekitar Kali Bonto mengalami pemadaman listrik. Korban mengalami luka robek pada bagian leher dan telah dievakuasi ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis.<\/p>\n<p>\u201cPelaku setelah kejadian langsung melarikan diri. Setelah menerima informasi, tim gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo langsung merespons dengan mendatangi lokasi kejadian dan melakukan langkah-langkah penyidikan. Diantaranya mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti yang memungkinkan yang masih ada di TKP,\u201d ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026.<\/p>\n<p>Berdasarkan keterangan awal, salah seorang saksi yang berada di lantai atas mendengar korban berteriak meminta pertolongan. Saksi kemudian turun ke lantai bawah dan menemukan korban dalam kondisi tergeletak di atas meja makan.<\/p>\n<p>Korban sempat menyampaikan kepada saksi bahwa pelaku melarikan diri ke arah gereja. Saksi kemudian meminta bantuan warga lainnya untuk mengevakuasi korban ke RSUD Dekai guna mendapatkan penanganan medis.<\/p>\n<p>Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menambahkan bahwa petugas saat ini telah mengantongi ciri-ciri pelaku. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga berasal dari KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yalenang pimpinan Kombi Yemberengge. Namun, dugaan tersebut masih didalami untuk memastikan identitas dan keterlibatan pihak yang bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Dari hasil penanganan medis, korban hingga Jumat (21\/8\/2026) malam diketahui dalam kondisi sadar dan berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan di RSUD Dekai.<\/p>\n<p>\u201cKondisi korban alhamdulillah sadar dan lukanya sudah ditangani dengan baik. Dan saat ini masih dalam perawatan medis di rumah sakit,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo terus melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi dan informasi yang diperoleh untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian serta menemukan keberadaan pelaku.<\/p>\n<p>Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pelaku.<\/p>\n<p>\u201cPersonel telah merespons kejadian dan melakukan langkah-langkah penyelidikan. Kami terus mengumpulkan informasi serta keterangan saksi untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini,\u201d kata Kaops Damai Cartenz-2026.<\/p>\n<p>Penanganan perkara dilakukan secara terukur dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Aparat juga terus berkoordinasi dengan jajaran kewilayahan untuk memastikan setiap informasi yang diperoleh dapat ditindaklanjuti dalam proses pengungkapan kasus.<\/p>\n<p>Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat yang mengetahui ciri-ciri maupun keberadaan pelaku diharapkan segera menyampaikannya kepada aparat melalui saluran yang tersedia.<\/p>\n<p>Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan penanganan terhadap korban tetap menjadi perhatian, sementara penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dekai, Papua Pegunungan \u2013 Tim Gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/08\/23\/warga-jadi-korban-penganiayaan-berat-di-dekai-satgas-kepolisian-operasi-damai-cartenz-kejar-pelaku\/\" title=\"Warga Jadi Korban Penganiayaan Berat di Dekai, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kejar Pelaku\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":63229,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-63228","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63228","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63228"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63228\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63230,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63228\/revisions\/63230"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63229"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63228"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63228"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63228"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=63228"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}