{"id":6280,"date":"2024-03-26T19:22:12","date_gmt":"2024-03-26T12:22:12","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=6280"},"modified":"2024-03-26T19:22:12","modified_gmt":"2024-03-26T12:22:12","slug":"monitoring-inflasi-daerah-pj-bupati-asra-harga-harga-bahan-pangan-cenderung-stabil-di-pertengahan-ramadan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2024\/03\/26\/monitoring-inflasi-daerah-pj-bupati-asra-harga-harga-bahan-pangan-cenderung-stabil-di-pertengahan-ramadan\/","title":{"rendered":"MONITORING INFLASI DAERAH, PJ. BUPATI ASRA: HARGA-HARGA BAHAN PANGAN CENDERUNG STABIL DI PERTENGAHAN RAMADAN"},"content":{"rendered":"<p>Pj. Bupati Asra saat bertanya harga jual beberapa jenis bahan pangan, seperti cabai merah, bawang merah, cabai rawit, kepada seorang pedagang di Pasar Pagi Kualasimpang, Selasa (26\/3\/2024). [dok. Prokopim 2024]\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Aceh Tamiang \u2013 Prokopim: Memasuki pertengahan Ramadan 1445 H, Pemkab Aceh Tamiang tetap rutin melaksanakan pemantauan harga pasar. Selasa (26\/3\/24) pagi ini, Pj. Bupati Aceh Tamiang didampingi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) internal pemkab melakukan pemantauan harga di Pasar Pagi Kualasimpang, Kota Kualasimpang.<\/p>\n<p>Menyinggahi sejumlah kedai penjual bahan kebutuhan pokok, Pj. Bupati Asra bertanya harga jual beberapa jenis bahan pangan, seperti cabai merah, bawang merah, cabai rawit, dan ayam potong.<\/p>\n<p>\u201cTadi kita singgah ke beberapa warung, alhamdulillah harga jual beberapa bahan pokok sudah stabil kembali. Namun ini kita pantau terus. Karena biasanya seminggu jelang lebaran harga-harga kembali merangkak naik,\u201d ujarnya di sela-sela pemantauan harga bahan pangan.<\/p>\n<p>Pj. Bupati Asra kemudian berjalan menuju klaster pasar penjualan ayam potong. Di sana, ia berbincang dengan beberapa penjual ayam potong. Sambil melayani pembeli, seorang penjual ayam yang bernama Aswad mengatakan, harga jual ayam potong sudah stabil kembali, setelah sebelumnya, selama periode meugang kemarin sempat melonjak.<\/p>\n<p>\u201cHarga jual sudah stabil Pak Bupati. Kemarin saat meugang sempat mencapai Rp. 35 ribu per kg. Sekarang harga jual di angka Rp. 25 ribu per kg,\u201d terang Aswad kepada Pj. Bupati Asra.<\/p>\n<p>Dikatakan Pj. Bupati Asra, meski stabil tapi harga jual ayam potong masih tinggi. Ia mengatakan tingginya harga jual ini menjadi ironi. \u201cDi Seruway banyak peternakan ayam potong. Berdasarkan informasi dari sejumlah peternak, satu periode pemeliharaan mencapai angka 300 ribu ekor ayam. Harusnya harga jual ayam potong tidak tinggi,\u201d sebutnya lugas.<\/p>\n<p>Dalam pada itu Pj. Bupati Asra menengarai tingginya harga jual disebabkan karena harga pakan yang tinggi karena hanya dikuasai oleh para pemain besar tertentu. Ia meminta Pemerintah Aceh membantu Pemkab membangun satu BUMD yang memproduksi pakan ayam potong tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKarenanya pemerintah perlu berpikir untuk membangun satu BUMD untuk memproduksi pakan ayam ini. Jadi kalau bisa kita produksi pakan ayamnya harga ayamnya bisa lebih murah. Kalau harga pakan ayamnya naik, pasti harga jual ayam potong juga naik,\u201d sambungnya menambahkan.<\/p>\n<p>Secara umum hasil pemantauan harga di pasar pagi Kualasimpang sebagai berikut, beras SPHP Bulog Rp. 55 ribu per 5 kg, cabai merah keriting Rp. 35 ribu per kg, cabai rawit Rp. 40 ribu per kg, bawang merah Rp. 35 ribu per kg. Sementara itu, harga jual minyak goreng subsidi merek \u201cMinyakita\u201d di harga Rp. 14 ribu per kg, dan ayam potong Rp. 25 ribu per kg.(WA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pj. Bupati Asra saat bertanya harga jual beberapa jenis bahan pangan, seperti <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2024\/03\/26\/monitoring-inflasi-daerah-pj-bupati-asra-harga-harga-bahan-pangan-cenderung-stabil-di-pertengahan-ramadan\/\" title=\"MONITORING INFLASI DAERAH, PJ. BUPATI ASRA: HARGA-HARGA BAHAN PANGAN CENDERUNG STABIL DI PERTENGAHAN RAMADAN\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":6281,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-6280","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6280","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6280"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6280\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6282,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6280\/revisions\/6282"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6281"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6280"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6280"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6280"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=6280"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}