{"id":62091,"date":"2026-07-08T18:41:45","date_gmt":"2026-07-08T11:41:45","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=62091"},"modified":"2026-07-08T18:41:45","modified_gmt":"2026-07-08T11:41:45","slug":"kodim-0108-agara-percepat-pembangunan-jembatan-gantung-perintis-di-ds-kuta-ujung-aceh-tenggara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/08\/kodim-0108-agara-percepat-pembangunan-jembatan-gantung-perintis-di-ds-kuta-ujung-aceh-tenggara\/","title":{"rendered":"Kodim 0108\/Agara Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Ds. Kuta Ujung, Aceh Tenggara"},"content":{"rendered":"<p><strong>Aceh Tenggara<\/strong> \u2013 Komitmen TNI Angkatan Darat melalui jajaran Kodim 0108\/Aceh Tenggara dalam membantu percepatan pembangunan infrastruktur terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh personel Babinsa bersama masyarakat dalam melanjutkan pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang berlokasi di Desa Kuta Ujung, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (7\/7\/2026).<\/p>\n<p>Pembangunan jembatan tersebut merupakan salah satu program yang bertujuan untuk membuka akses transportasi masyarakat di wilayah pedalaman sekaligus mendukung peningkatan perekonomian warga. Kehadiran jembatan nantinya diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi masyarakat saat melintasi sungai, khususnya ketika debit air meningkat pada musim penghujan.<\/p>\n<p>Pada tahapan pekerjaan kali ini, personel Babinsa bersama masyarakat melaksanakan pemasangan mal atau cetakan untuk pengecoran tiang pylon, yang merupakan salah satu bagian paling penting dalam konstruksi jembatan gantung. Pemasangan mal dilakukan secara teliti dan penuh kehati-hatian karena akan menjadi cetakan pembentuk struktur tiang pylon yang berfungsi sebagai penyangga utama kabel baja sekaligus penopang keseluruhan konstruksi jembatan.<\/p>\n<p>Sejak pagi hari, personel Babinsa dan masyarakat telah berada di lokasi pembangunan untuk mempersiapkan seluruh material serta peralatan kerja. Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, mereka bergotong royong mengangkat material, merakit rangka cetakan, mengukur posisi pemasangan, hingga memastikan seluruh bagian mal terpasang sesuai gambar teknis yang telah direncanakan. Kekompakan yang terjalin selama proses pekerjaan menjadi cerminan kuatnya budaya gotong royong yang terus dipelihara di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Babinsa yang memimpin kegiatan, Serma Musliyadi, mengatakan bahwa keterlibatan TNI bersama masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan bukan semata-mata ditentukan oleh ketersediaan material maupun peralatan, melainkan juga oleh kekompakan, kebersamaan, serta semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Melalui gotong royong seperti ini, pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Kami berharap jembatan ini nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun kebutuhan sosial lainnya,&#8221; ujar Serma Musliyadi.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, setelah pemasangan mal selesai dilakukan, tahapan berikutnya adalah pengecoran beton untuk membentuk tiang pylon sebagai struktur utama penyangga kabel jembatan. Oleh karena itu, seluruh proses pemasangan cetakan harus benar-benar presisi agar menghasilkan konstruksi yang kuat, kokoh, dan mampu menopang beban jembatan dalam jangka waktu yang panjang.<\/p>\n<p>Selain mengedepankan kualitas pekerjaan, seluruh personel Babinsa bersama masyarakat juga tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja selama proses pembangunan berlangsung. Setiap tahapan dilaksanakan sesuai prosedur dengan memperhatikan kondisi medan serta faktor keamanan, mengingat lokasi pembangunan berada di sekitar aliran Sungai Alas yang memiliki karakteristik arus cukup deras, terutama saat curah hujan tinggi.<\/p>\n<p>Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan bantuan tenaga dalam pekerjaan fisik, tetapi juga menjadi motor penggerak yang mampu membangkitkan semangat warga untuk terus menjaga budaya gotong royong. Hubungan yang harmonis antara TNI dan masyarakat selama proses pembangunan menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>Apabila pembangunan telah selesai, Jembatan Gantung Perintis tersebut akan menjadi akses vital yang menghubungkan Desa Kuta Ujung dengan desa-desa di sekitarnya. Keberadaan jembatan diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan, mempercepat akses menuju fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta membuka peluang berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Darul Hasanah.<\/p>\n<p>Sementara itu, Dandim 0108\/Aceh Tenggara, Letkol Czi Arya Murdyantoro, S.T., menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan warga.<\/p>\n<p>Menurutnya, pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan daerah sekaligus memperkuat ketahanan wilayah melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Kemanunggalan TNI dengan rakyat harus terus diwujudkan melalui karya nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap pembangunan jembatan gantung ini dapat selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, serta menjadi sarana penghubung yang aman dan nyaman bagi warga Desa Kuta Ujung maupun daerah sekitarnya,&#8221; tegas Dandim.<\/p>\n<p>Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang secara sukarela terlibat dalam setiap tahapan pembangunan. Menurutnya, partisipasi aktif warga menjadi modal utama dalam mempercepat penyelesaian pekerjaan sekaligus mencerminkan semangat persatuan yang masih terjaga dengan baik di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.<\/p>\n<p>Melalui sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuta Ujung diharapkan dapat segera diselesaikan sesuai target. Kehadiran jembatan tersebut nantinya tidak hanya menjadi sarana penghubung antardesa, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian TNI dalam mendukung pembangunan wilayah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aceh Tenggara \u2013 Komitmen TNI Angkatan Darat melalui jajaran Kodim 0108\/Aceh Tenggara <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/08\/kodim-0108-agara-percepat-pembangunan-jembatan-gantung-perintis-di-ds-kuta-ujung-aceh-tenggara\/\" title=\"Kodim 0108\/Agara Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Ds. Kuta Ujung, Aceh Tenggara\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":62092,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[65],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-62091","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kodam-im"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62091","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62091"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62091\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62093,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62091\/revisions\/62093"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62092"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62091"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62091"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62091"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=62091"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}