{"id":61845,"date":"2026-06-30T17:36:36","date_gmt":"2026-06-30T10:36:36","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=61845"},"modified":"2026-07-03T11:41:18","modified_gmt":"2026-07-03T04:41:18","slug":"musriadi-aswad-serap-aspirasi-warga-layanan-dasar-jadi-prioritas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/30\/musriadi-aswad-serap-aspirasi-warga-layanan-dasar-jadi-prioritas\/","title":{"rendered":"Musriadi Aswad Serap Aspirasi Warga, Layanan Dasar Jadi Prioritas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANDA ACEH \u2013<\/strong> Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, S.Pd., M.Pd., kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui agenda reses yang digelar di Gampong Pango Deah, Kecamatan Ulee Kareng, Selasa (30\/6\/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan sekaligus usulan pembangunan yang diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah dalam penyusunan program pembangunan daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reses yang dihadiri ratusan warga dari Kecamatan Ulee Kareng dan Kecamatan Syiah Kuala berlangsung penuh antusias. Masyarakat memanfaatkan kesempatan itu untuk berdialog langsung dengan pimpinan legislatif mengenai berbagai kebutuhan mendesak yang selama ini dirasakan di lingkungan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pertemuan tersebut, mayoritas aspirasi yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan peningkatan layanan dasar yang dinilai sangat menentukan kualitas hidup warga. Mulai dari rehabilitasi gedung sekolah, peningkatan mutu pendidikan melalui program beasiswa, hingga penguatan sarana ibadah seperti masjid, meunasah, dayah dan Taman Pendidikan Al-Qur&#8217;an (TPA).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain sektor pendidikan dan keagamaan, warga juga mengusulkan pembangunan infrastruktur lingkungan seperti peningkatan kualitas jalan, perbaikan saluran drainase untuk mengatasi genangan air, serta pemasangan lampu penerangan jalan demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat pada malam hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya itu, sektor ekonomi kerakyatan juga menjadi perhatian utama masyarakat. Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berharap adanya program pemberdayaan yang lebih konkret, mulai dari bantuan permodalan, pelatihan manajemen usaha, promosi produk lokal hingga pendampingan pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok pemuda dan perempuan juga menyampaikan harapan agar pemerintah memperbanyak pelatihan keterampilan yang mampu meningkatkan kemampuan kerja maupun membuka peluang usaha mandiri. Menurut mereka, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi angka pengangguran dan memperkuat perekonomian keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di bidang peternakan, masyarakat Kecamatan Ulee Kareng mengusulkan bantuan bibit Sapi Aceh bagi kelompok peternak. Program tersebut dinilai dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, warga juga mengusulkan pengadaan mobil jenazah yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara bersama-sama sebagai bentuk pelayanan sosial yang sangat dibutuhkan ketika terjadi musibah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterima akan didokumentasikan dan diperjuangkan agar dapat masuk ke dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRK sebagai bagian dari proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Banda Aceh Tahun 2027.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, reses bukan sekadar agenda rutin anggota legislatif, tetapi merupakan sarana penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sehingga kebijakan pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Reses merupakan momentum bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami himpun dan kami perjuangkan agar menjadi bagian dari perencanaan pembangunan Kota Banda Aceh ke depan,&#8221; ujar Musriadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan bahwa pembangunan yang berkualitas harus berangkat dari kebutuhan masyarakat, bukan semata-mata berdasarkan asumsi. Oleh sebab itu, setiap usulan yang disampaikan warga akan dikawal sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah agar dapat direalisasikan secara bertahap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Musriadi juga menilai sinergi antara DPRK Banda Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh harus terus diperkuat sehingga berbagai aspirasi masyarakat yang lahir dari kegiatan reses tidak berhenti sebagai catatan semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia optimistis dengan komunikasi yang baik antara legislatif, eksekutif dan masyarakat, pembangunan Kota Banda Aceh akan semakin tepat sasaran, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan warga di berbagai sektor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui kegiatan reses tersebut, DPRK Banda Aceh kembali menegaskan perannya sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Aspirasi yang disampaikan warga diharapkan menjadi pijakan penting dalam merancang kebijakan pembangunan yang lebih responsif, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, S.Pd., <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/30\/musriadi-aswad-serap-aspirasi-warga-layanan-dasar-jadi-prioritas\/\" title=\"Musriadi Aswad Serap Aspirasi Warga, Layanan Dasar Jadi Prioritas\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":61846,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[63],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-61845","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-parlementaria"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61845","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61845"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61845\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61849,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61845\/revisions\/61849"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61846"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61845"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=61845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}