{"id":61416,"date":"2026-06-25T10:16:16","date_gmt":"2026-06-25T03:16:16","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=61416"},"modified":"2026-06-25T10:16:16","modified_gmt":"2026-06-25T03:16:16","slug":"isg-group-dan-pt-pema-jalin-kerja-sama-bangun-pabrik-baja-ringan-di-kia-ladong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/isg-group-dan-pt-pema-jalin-kerja-sama-bangun-pabrik-baja-ringan-di-kia-ladong\/","title":{"rendered":"ISG Group dan PT PEMA Jalin Kerja Sama Bangun Pabrik Baja Ringan di KIA Ladong"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH &#8211;<\/strong> Langkah strategis diambil oleh PT Indo Surya Gavalum (ISG) Group dalam memperkuat sektor industri di Serambi Mekah. Melalui anak perusahaannya, PT Aceh Global Steel, ISG Group resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Badan Usaha Milik Aceh, PT Pembangunan Aceh (PEMA), untuk membangun pabrik industri baja ringan di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kabupaten Aceh Besar.<\/p>\n<p>Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap tingginya permintaan pasar, sekaligus menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian daerah.<\/p>\n<p>Direktur Utama PT Aceh Global Steel, Irwansyah Putra, menjelaskan bahwa kebutuhan akan material baja ringan di Aceh saat ini sedang melonjak tajam.<br \/>\nSalah satu pemicu utamanya adalah masifnya proyek rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana alam yang melanda Aceh akhir tahun lalu.<\/p>\n<p>\u201cKebutuhan untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) sangat tinggi di Aceh pasca-bencana banjir akhir tahun lalu. Itu belum termasuk kebutuhan reguler untuk pembangunan perumahan komersil dan residensial lainnya,\u201d ujar Faisal Ilyas, Direktur Pengembangan Bisnis PT PEMA saat penandatanganan Perjanjian Kerjasama beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Irwansyah menambahkan, kehadiran pabrik baru di KIA Ladong ini diharapkan dapat memangkas jalur distribusi, sehingga masyarakat Aceh bisa mendapatkan material berkualitas dengan harga yang lebih ekonomis. \u201cKami hadir di sini untuk memberikan solusi nyata, yaitu memastikan ketersediaan barang secara berkelanjutan dengan harga yang jauh lebih terjangkau,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>*Pemantik Ekonomi dan Lapangan Kerja Baru*<\/p>\n<p>Selain melibatkan unsur akademisi di Aceh ISG diharapkan fokus pada pemenuhan material konstruksi, investasi ISG Group di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong ini membawa misi sosial-ekonomi yang besar bagi masyarakat lokal.<br \/>\nKehadiran industri manufaktur ini diharapkan mampu memberikan efek domino (multiplier effect) bagi iklim investasi di Aceh.<\/p>\n<p>\u201cKehadiran kami di Aceh bukan semata-mata untuk membantu ketersediaan bahan baku, tetapi kami juga berkomitmen penuh membantu Pemerintah Aceh dalam menyediakan lapangan kerja baru bagi generasi muda serta menjadi pemantik roda ekonomi melalui sektor industri, InsyaAllah pabrik ini akan berdiri di akhir 2026\u201d pungkas Irwansyah Putra optimis.<\/p>\n<p>PT Indo Surya Gavalum (ISG) Group adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur material bangunan berkualitas tinggi, dengan fokus pada penyediaan produk baja ringan yang inovatif, kokoh, dan terpercaya untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Langkah strategis diambil oleh PT Indo Surya Gavalum (ISG) <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/isg-group-dan-pt-pema-jalin-kerja-sama-bangun-pabrik-baja-ringan-di-kia-ladong\/\" title=\"ISG Group dan PT PEMA Jalin Kerja Sama Bangun Pabrik Baja Ringan di KIA Ladong\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":61417,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2911],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-61416","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-news"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61416","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61416"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61416\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61418,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61416\/revisions\/61418"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61417"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61416"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61416"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61416"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=61416"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}