{"id":61017,"date":"2026-06-18T15:59:57","date_gmt":"2026-06-18T08:59:57","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=61017"},"modified":"2026-06-18T15:59:57","modified_gmt":"2026-06-18T08:59:57","slug":"tokoh-masyarakat-aceh-suryadi-djamil-bhayangkara-fest-2026-jadi-ajang-kebersamaan-polri-dan-masyarakat-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/tokoh-masyarakat-aceh-suryadi-djamil-bhayangkara-fest-2026-jadi-ajang-kebersamaan-polri-dan-masyarakat-aceh\/","title":{"rendered":"Tokoh Masyarakat Aceh, Suryadi Djamil : Bhayangkara Fest 2026 Jadi Ajang Kebersamaan Polri dan Masyarakat Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh \u2013<\/strong> Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil atau Om Sur, mengajak masyarakat menyukseskan Bhayangkara Fest 2026 yang digelar Polda Aceh pada 19\u201322 Juni di Lapangan Merah, Banda Aceh. Festival dalam rangka HUT Bhayangkara itu menghadirkan kajian Islam bersama Ustaz Adi Hidayat, hiburan musik, serta berbagai perlombaan sebagai sarana mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat Aceh.<\/p>\n<p>\u201cMari bersama-sama memeriahkan Bhayangkara Fest 2026 sebagai ajang kebersamaan, hiburan, edukasi, dan silaturahmi antara Polri dan masyarakat,\u201d kata Om Sur.<\/p>\n<p>Terkait polemik yang muncul menjelang pelaksanaan acara, Om Sur menilai keberatan terhadap kegiatan tersebut semestinya disampaikan sejak tahap perencanaan, bukan ketika acara telah mendekati pelaksanaan.<\/p>\n<p>\u201cJika memang ada keberatan, seharusnya disampaikan sejak awal. Jangan ketika acara sudah siap dilaksanakan baru muncul penolakan. Ini penting agar diskusi bisa berjalan lebih sehat dan konstruktif,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menilai Kepolisian Daerah (Polda) Aceh tentu memahami aturan serta nilai-nilai syariat Islam yang berlaku di Aceh, sehingga tidak mungkin mengabaikan aspek tersebut dalam penyelenggaraan kegiatan.<\/p>\n<p>\u201cPolisi tentu paham aturan di Aceh. Saya yakin Polri, khususnya Polda Aceh, tetap menjunjung tinggi syariat Islam dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Om Sur, komitmen tersebut juga tercermin dari upaya panitia menjaga pelaksanaan Bhayangkara Fest 2026 agar tetap sesuai norma yang berlaku, termasuk dengan melakukan pemisahan area antara laki-laki dan perempuan guna menjaga ketertiban serta nilai-nilai syariat.<\/p>\n<p>Selain sebagai sarana hiburan, ia menilai kegiatan tersebut memiliki dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).<\/p>\n<p>\u201cAcara seperti ini bukan sekadar hiburan. Ada dampak ekonomi yang nyata. Pedagang kecil, pelaku UMKM, dan masyarakat sekitar bisa merasakan manfaatnya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Om Sur menambahkan, penyelenggaraan Bhayangkara Fest 2026 di lingkungan Polda Aceh juga dapat menjadi sarana mempererat hubungan antara institusi kepolisian dengan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKita melihat Polda Aceh hadir sebagai institusi yang ramah, dekat dengan masyarakat, dan tidak selalu dipandang dengan rasa takut. Karena itu, kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Markas Polda Aceh,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menilai kegiatan serupa yang pernah dilaksanakan sebelumnya berjalan dengan baik dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Karena itu, ia mempertanyakan alasan penolakan yang menurutnya terkesan selektif terhadap kegiatan tertentu.<\/p>\n<p>\u201cKenapa harus pilih-pilih? Jika yang dipersoalkan adalah potensi pelanggaran syariat, maka semua bentuk kegiatan publik semestinya dinilai dengan standar yang sama,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Om Sur mengingatkan bahwa rangkaian Bhayangkara Fest 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga kegiatan bernuansa religius, termasuk ceramah agama yang menghadirkan Ustaz Adi Hidayat.<\/p>\n<p>\u201cDi dalam rangkaian acara juga ada ceramah agama. Ini menunjukkan kegiatan tersebut tidak semata soal hiburan, tetapi juga memiliki unsur edukasi dan dakwah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di akhir pernyataannya, Om Sur menegaskan bahwa Polri sangat menghormati ulama Aceh dan berharap perbedaan pandangan terkait polemik tersebut dapat diselesaikan melalui dialog yang sehat.<\/p>\n<p>\u201cSaya percaya Polri sangat menghormati ulama Aceh. Karena itu, mari selesaikan perbedaan pandangan ini melalui dialog yang sehat, saling menghormati, dan tetap menjaga persatuan masyarakat Aceh,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2013 Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil atau Om Sur, mengajak <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/tokoh-masyarakat-aceh-suryadi-djamil-bhayangkara-fest-2026-jadi-ajang-kebersamaan-polri-dan-masyarakat-aceh\/\" title=\"Tokoh Masyarakat Aceh, Suryadi Djamil : Bhayangkara Fest 2026 Jadi Ajang Kebersamaan Polri dan Masyarakat Aceh\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":61019,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[55],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-61017","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-polda-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61017","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61017"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61017\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61020,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61017\/revisions\/61020"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61019"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61017"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61017"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61017"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=61017"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}