{"id":60449,"date":"2026-06-08T14:15:21","date_gmt":"2026-06-08T07:15:21","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=60449"},"modified":"2026-06-08T14:15:21","modified_gmt":"2026-06-08T07:15:21","slug":"ketua-dprk-aceh-tamiang-kita-terus-mendesak-pemerintah-pusat-untuk-mencairkan-bantuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/08\/ketua-dprk-aceh-tamiang-kita-terus-mendesak-pemerintah-pusat-untuk-mencairkan-bantuan\/","title":{"rendered":"Ketua DPRK Aceh Tamiang : Kita Terus Mendesak Pemerintah Pusat untuk Mencairkan Bantuan"},"content":{"rendered":"<p>Karang Baru, Dailymail Indonesia<\/p>\n<p>Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, SH menegaskan pihaknya terus mendesak pemerintah pusat agar segera mempercepat proses pencairan bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang yang hingga kini masih tertunda.<\/p>\n<p>Fadlon menyampaikan bahwa dalam setiap forum dan pertemuan resmi yang membahas penanganan bencana, DPRK Aceh Tamiang secara konsisten meminta agar pemerintah pusat segera merealisasikan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.<\/p>\n<p>\u201cSetiap pertemuan yang membahas korban bencana hidrometeorologi, kita selalu menegaskan agar proses pencairan bantuan segera direalisasikan,\u201d tegas Fadlon, Senin (8\/6\/2026).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, secara administratif Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah memenuhi seluruh persyaratan yang diminta pemerintah pusat. Bahkan, dokumen pengajuan bantuan disebut telah disampaikan lengkap dari SK 1 hingga SK 4.<\/p>\n<p>\u201cSecara administrasi sudah lengkap. Pengajuan juga sudah diserahkan ke pusat sesuai ketentuan yang diminta,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Fadlon juga menyampaikan bahwa DPRK Aceh Tamiang akan melakukan koordinasi lintas fraksi untuk memperkuat dorongan politik agar bantuan segera dicairkan. Menurutnya, langkah tersebut penting mengingat kebutuhan masyarakat yang semakin mendesak.<\/p>\n<p>\u201cPada prinsipnya, saya sudah sering menyampaikan dalam setiap pertemuan dengan Tim Satgas PPR agar seluruh bantuan yang dijanjikan, baik stimulan rumah rusak, perabot, pemulihan ekonomi, maupun jadup, segera direalisasikan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia meminta perhatian serius pemerintah pusat, termasuk Presiden RI, Menteri Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Keuangan, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana, agar mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah dengan dampak bencana paling parah, sehingga membutuhkan percepatan realisasi bantuan tanpa penundaan lebih lanjut.<\/p>\n<p>\u201cKorban bencana sangat membutuhkan kepastian bantuan yang sudah dijanjikan. Karena itu kami meminta agar segera dicairkan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Fadlon juga memastikan bahwa data penerima bantuan di Aceh Tamiang telah disusun secara lengkap berbasis by name by address dan sudah diajukan ke pemerintah pusat.<\/p>\n<p>Selain itu, ia menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang masih terpuruk akibat dampak bencana. Menurutnya, keterlambatan bantuan berpotensi memperburuk situasi sosial di lapangan.<\/p>\n<p>\u201cEkonomi masyarakat masih sulit, banyak kehilangan pekerjaan, dan bantuan UMKM belum jelas. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di akhir pernyataannya, Fadlon berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar proses pemulihan di Aceh Tamiang dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karang Baru, Dailymail Indonesia Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, SH menegaskan pihaknya <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/08\/ketua-dprk-aceh-tamiang-kita-terus-mendesak-pemerintah-pusat-untuk-mencairkan-bantuan\/\" title=\"Ketua DPRK Aceh Tamiang : Kita Terus Mendesak Pemerintah Pusat untuk Mencairkan Bantuan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":60450,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-60449","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60449","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60449"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60449\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":60451,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60449\/revisions\/60451"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60450"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60449"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60449"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60449"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=60449"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}