{"id":57940,"date":"2026-05-05T19:53:29","date_gmt":"2026-05-05T12:53:29","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=57940"},"modified":"2026-05-05T19:55:07","modified_gmt":"2026-05-05T12:55:07","slug":"warga-binaan-lapas-ternate-kembangkan-budidaya-terong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/05\/warga-binaan-lapas-ternate-kembangkan-budidaya-terong\/","title":{"rendered":"Warga Binaan Lapas Ternate Kembangkan Budidaya Terong"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Ternate<\/strong> \u2013 Upaya pembinaan kemandirian bagi warga binaan terus digalakkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate. Salah satu program yang kini berjalan aktif adalah kegiatan pertanian dengan fokus pada budidaya tanaman terong, yang dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026, di lingkungan lapas setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan sikap dan perilaku, tetapi juga pada peningkatan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana. Melalui sektor pertanian, khususnya budidaya sayuran seperti terong, warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar sekaligus berkontribusi secara produktif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pelaksanaannya, warga binaan terlibat langsung dalam seluruh tahapan kegiatan pertanian. Mulai dari pembersihan dan pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga penyiraman rutin dan pemantauan pertumbuhan tanaman. Aktivitas ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kerja sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Lapas Kelas IIA Ternate, Faozul Ansori, menegaskan bahwa program kemandirian seperti ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan. Ia menyebutkan bahwa sektor pertanian dipilih karena memiliki peluang yang luas dan mudah diterapkan di masyarakat, terutama bagi warga binaan yang nantinya kembali ke lingkungan asalnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bekal nyata bagi warga binaan agar memiliki kemampuan mandiri dan siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme warga binaan dalam mengikuti program pembinaan tersebut. Selain memberikan manfaat keterampilan, kegiatan ini juga membantu menciptakan suasana yang lebih produktif dan positif di dalam lingkungan lapas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ke depan, hasil dari kegiatan pertanian ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga berpotensi mendukung kebutuhan pangan internal serta membuka peluang pengembangan program serupa dengan komoditas lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Laporan kegiatan ini telah disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut guna meningkatkan efektivitas program pembinaan di masa mendatang.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ternate \u2013 Upaya pembinaan kemandirian bagi warga binaan terus digalakkan oleh Lembaga <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/05\/warga-binaan-lapas-ternate-kembangkan-budidaya-terong\/\" title=\"Warga Binaan Lapas Ternate Kembangkan Budidaya Terong\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":57941,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2911],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-57940","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-news"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57940","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57940"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57940\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57944,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57940\/revisions\/57944"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57940"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57940"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57940"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=57940"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}