{"id":57652,"date":"2026-05-02T17:42:55","date_gmt":"2026-05-02T10:42:55","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=57652"},"modified":"2026-05-02T17:42:55","modified_gmt":"2026-05-02T10:42:55","slug":"bareskrim-polri-ungkap-penyalahgunaan-lpg-subsidi-di-klaten-2-tersangka-diamankan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/02\/bareskrim-polri-ungkap-penyalahgunaan-lpg-subsidi-di-klaten-2-tersangka-diamankan\/","title":{"rendered":"Bareskrim Polri Ungkap Penyalahgunaan LPG Subsidi di Klaten, 2 Tersangka Diamankan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Klaten<\/strong> \u2013 Bareskrim Polri mengungkap kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dalam konferensi pers di Klaten, Sabtu (2\/5\/2026), dua orang ditetapkan sebagai tersangka.<\/p>\n<p>Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifudin menegaskan bahwa penyalahgunaan LPG subsidi merupakan bentuk kejahatan serius yang berdampak luas bagi masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Praktik penyalahgunaan barang-barang bersubsidi dalam hal ini LPG maupun BBM bukan hanya berkhianat terhadap negara saja tetapi sudah mengkhianati masyarakat kecil yang berhak yang seharusnya menerima subsidi ini.&#8221; Ujar Irjen Pol Nunung Syaifudin.<\/p>\n<p>Disamping itu, Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol. M. Irhamni menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan tindak lanjut laporan masyarakat yang diterima pada 15 April 2026.<\/p>\n<p>\u201cPenegakan hukum ini merupakan tindak lanjut laporan informasi masyarakat yang kami terima dan langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan,\u201d ujar Irhamni.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, pada 28 April 2026 dini hari, tim melakukan penindakan di sebuah gudang di Jalan Pakis\u2013Daleman, Dukuh Klancingan, Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari, Klaten, yang digunakan untuk praktik penyuntikan LPG subsidi.<\/p>\n<p>Dari lokasi, polisi mengamankan 1.465 tabung LPG berbagai ukuran, peralatan penyuntikan, serta enam unit kendaraan operasional.<\/p>\n<p>Modus pelaku yakni memindahkan isi LPG subsidi 3 kilogram ke tabung non-subsidi ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.<\/p>\n<p>\u201cGas dari tabung subsidi dipindahkan ke tabung non subsidi dengan teknik tertentu, kemudian dijual dengan harga non subsidi untuk mendapatkan keuntungan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dua tersangka yang diamankan yakni KA (40) sebagai penyuntik dan penimbang, serta ARP (26) sebagai sopir pengangkut.<\/p>\n<p>Irhamni menegaskan, dari pengungkapan ini pihaknya berhasil mencegah potensi kerugian negara sekitar Rp6,7 miliar.<\/p>\n<p>\u201cKami berhasil mencegah potensi kerugian negara kurang lebih sebesar Rp6,7 miliar,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, Polri berkomitmen menindak tegas seluruh praktik penyalahgunaan LPG subsidi hingga ke jaringan pemodalnya.<\/p>\n<p>\u201cKami tidak akan berhenti dan akan menindak hingga ke pemodal dan jaringannya,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Kasus ini menegaskan bahwa penyalahgunaan LPG subsidi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merampas hak masyarakat kecil yang seharusnya menerima manfaat subsidi tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Klaten \u2013 Bareskrim Polri mengungkap kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di Kabupaten <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/02\/bareskrim-polri-ungkap-penyalahgunaan-lpg-subsidi-di-klaten-2-tersangka-diamankan\/\" title=\"Bareskrim Polri Ungkap Penyalahgunaan LPG Subsidi di Klaten, 2 Tersangka Diamankan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":57653,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[55],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-57652","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-polda-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57652","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57652"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57652\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57654,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57652\/revisions\/57654"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57653"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57652"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57652"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57652"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=57652"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}