{"id":57503,"date":"2026-04-30T21:22:34","date_gmt":"2026-04-30T14:22:34","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=57503"},"modified":"2026-04-30T21:24:18","modified_gmt":"2026-04-30T14:24:18","slug":"sinergi-bi-aceh-dan-pemerintah-dorong-ekonomi-syariah-road-to-fesyar-2026-sukses-digelar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/30\/sinergi-bi-aceh-dan-pemerintah-dorong-ekonomi-syariah-road-to-fesyar-2026-sukses-digelar\/","title":{"rendered":"Sinergi BI Aceh dan Pemerintah Dorong Ekonomi Syariah, Road to FESyar 2026 Sukses Digelar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANDA ACEH \u2013<\/strong> Sinergi kuat antara Bank Indonesia Provinsi Aceh, Pemerintah Aceh, dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Aceh berhasil mengantarkan puncak kegiatan Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Aceh 2026 berlangsung sukses dan penuh capaian strategis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan yang ditutup secara resmi pada Selasa, 28 April 2026 itu digelar di Auditorium AAC Dayan Dawood, kawasan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penutupan ini menjadi klimaks dari rangkaian acara yang berlangsung selama empat hari, sejak 25 hingga 28 April 2026, dengan menghadirkan berbagai program unggulan dalam penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Aceh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Staf Ahli Gubernur Aceh, Restu Andi Surya, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis Pemerintah Aceh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi Aceh sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKolaborasi ini menjadi bukti bahwa pengembangan ekonomi syariah di Aceh tidak hanya menjadi wacana, tetapi telah diwujudkan melalui langkah nyata yang terstruktur dan berkelanjutan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menjelaskan bahwa Road to FESyar 2026 dirancang melalui tiga pilar utama, yakni Sharia Economic Forum, Sharia Recovery, dan Sharia Competition.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada pilar Sharia Economic Forum, ratusan peserta dari berbagai kalangan mengikuti seminar dan talkshow yang menghadirkan narasumber nasional. Diskusi yang berlangsung membahas strategi penguatan ekonomi syariah, digitalisasi keuangan, hingga pengembangan industri halal yang kompetitif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pilar Sharia Recovery turut menjadi daya tarik dengan menghadirkan pameran produk UMKM halal dan modest fashion. Tak hanya itu, kegiatan ini juga diwarnai dengan penggalangan dana ZISWAF melalui program Wakaffein (kopi wakaf), serta fasilitasi sertifikasi halal dan kompetensi bagi Juru Sembelih Halal (JULEHA) berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun Sharia Competition menghadirkan beragam perlombaan yang diikuti ratusan peserta mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga mahasiswa, mencerminkan tingginya antusiasme generasi muda terhadap ekonomi syariah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu momen penting dalam penutupan kegiatan ini adalah peresmian Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di lingkungan kampus. Zona KHAS tersebut diresmikan di kantin Universitas Syiah Kuala, sekaligus pencanangan serupa di UIN Ar-Raniry. Ini menjadi Zona KHAS pertama di lingkungan pendidikan di Provinsi Aceh, hasil kolaborasi multipihak antara Bank Indonesia, KDEKS Aceh, serta kedua institusi pendidikan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peresmian ditandai dengan penekanan tombol simbolis oleh Restu Andi Surya bersama Agus Chusaini dan Direktur Eksekutif KDEKS Aceh, Syahrizal Abbas, yang disaksikan para tamu undangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan yang sama, Bank Indonesia Aceh juga menyerahkan sertifikat halal secara simbolis kepada 25 Juru Sembelih Halal (JULEHA) serta pelaku UMKM binaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem halal secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, guna meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur Eksekutif KDEKS Aceh, Syahrizal Abbas, menegaskan bahwa keberhasilan Road to FESyar 2026 merupakan hasil nyata dari sinergi multipihak yang solid. Ia optimistis kolaborasi ini akan terus berlanjut dalam mendorong Aceh sebagai pusat ekonomi syariah unggulan di wilayah Sumatera.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Road to FESyar Aceh 2026 sendiri merupakan bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, dengan mengusung tema \u201cAkselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia Aceh bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat komitmen untuk menjadikan Aceh sebagai salah satu pusat halal (halal hub) terdepan di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat juga dapat mengikuti perkembangan program dan kebijakan terbaru melalui akun Instagram resmi Bank Indonesia Aceh di @bank_indonesia_aceh.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Sinergi kuat antara Bank Indonesia Provinsi Aceh, Pemerintah Aceh, <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/30\/sinergi-bi-aceh-dan-pemerintah-dorong-ekonomi-syariah-road-to-fesyar-2026-sukses-digelar\/\" title=\"Sinergi BI Aceh dan Pemerintah Dorong Ekonomi Syariah, Road to FESyar 2026 Sukses Digelar\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":57504,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2876],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-57503","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-ekonomi"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57503","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57503"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57503\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57507,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57503\/revisions\/57507"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57504"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57503"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57503"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57503"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=57503"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}