{"id":57371,"date":"2026-04-29T11:00:01","date_gmt":"2026-04-29T04:00:01","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=57371"},"modified":"2026-04-29T15:01:01","modified_gmt":"2026-04-29T08:01:01","slug":"dugaan-kecurangan-proyek-revit-di-sma-al-washliyah-aceh-tamiang-potensi-rugikan-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/dugaan-kecurangan-proyek-revit-di-sma-al-washliyah-aceh-tamiang-potensi-rugikan-negara\/","title":{"rendered":"Dugaan Kecurangan Proyek Revit di SMA AL-Washliyah Aceh Tamiang, Potensi Rugikan Negara"},"content":{"rendered":"<p style=\"padding-left: 40px;\">Karang Baru, Dailymail Indonesia<\/p>\n<p>Dugaan kecurangan dalam pekerjaan proyek Revitalisasi (Revit) Satuan Pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta AL-Washliyah, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePantauan awak media di sekolah pada Senin 27 April 2026, Dugaan itu muncul karena dalam papan informasi yang tertera di SMA AL-Washliyah tertulis Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Sekolah Menengah, Jenis Kegiatan: Rehabilitas Perpustakaan, Nilai Pekerjaan: Rp.269.061.000, Sumber Dana: APBN, Tahun 2016.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eNamum, faktanya Dana APBN itu tidak digunakan untuk Rehabilitas Perpustakaan, tapi untuk ruangan kelas.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, untuk kegiatan Rehabilitasi Ruangan Administrasi anggaran sebesar Rp.269.061.000, muncul dugaan adanya kesalahan dalam perencanaan. Pasalnya kondisi bangunan yang kecil tidak mencerminkan menghabiskan anggaran sampai ratusan juta.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTak hanya itu saja, Pelaksanaan pekerjaan juga diduga tidak sesuai tahapan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDimana, pengerjaan plafon telah lebih dahulu dilakukan, sementara pemasangan atap seng yang seharusnya menjadi tahap awal justru belum dikerjakan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait pengawasan dan kepatuhan terhadap standar pelaksanaan konstruksi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTerkait persoalan itu, Kepala Sekolah SMA AL-Washliyah, Supriyanto, yang dikonfirmasi pada Selasa 28 April 2026, mengakui adanya kekeliruan dalam pencetakan rincian anggaran.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Ada kekeliruan dalam percetakan papan informasi, Dana tersebut dialokasikan untuk dua kegiatan, yakni rehabilitasi ruang administrasi yang terdiri dari dua ruangan serta rehabilitasi satu ruang perpustakaan, dan akan segera diperbaiki,&#8221; kata Supriyanto.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDirinya juga mengakui pengawasan terhadap pekerjaan sangat minim.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Fasilitator pendamping pengawasan baru hadir sebanyak tiga kali sejak pekerjaan dimulai, dengan alasan memiliki kesibukan di wilayah Langsa,&#8221; ucap Supriyanto.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLucunya lagi, Kebingungan dirasakan pihak sekolah terkait penggunaan anggaran, khususnya karena adanya bangunan yayasan yang berdampingan dengan gedung perpustakaan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePihak sekolah mempertanyakan apakah anggaran tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki bangunan dimaksud.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKondisi ini memunculkan dugaan lemahnya pengawasan serta potensi pelanggaran terhadap ketentuan pelaksanaan program revitalisasi sekolah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDikesempatan berbeda, seorang pria yang ditemui di Sekolah itu yang\u00a0 bernama Johan S mengaku sebagai pendamping pekerjaan proyek menggantikan pendamping utama bernama Mirza.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDirinya juga mengakui adanya kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan, khususnya terkait urutan pengerjaan yang tidak sesuai.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Pekerjaan pemasangan seng tetap akan dilaksanakan. Namun, apabila plafon yang telah terpasang harus dibongkar akibat kesalahan tersebut, maka hal itu akan menjadi tanggung jawab pihak sekolah,&#8221; kata Johan, Rabu 29 April 2026.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSaat awak media mempertanyakan legalitas Johan dilokasi perkejaan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eJohan juga mengakui dirinya hingga saat ini belum menerima surat tugas resmi sebagai pendamping pekerjaan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Saya hanya diperbantukan disini, sebagai pendamping pekerjaan dan belum memiliki surat tugas,&#8221; pungkasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBanyaknya kejanggalan dan keanehan yang diakui pihak sekolah juga pelaksan proyek, diharapkan pihak Aparat Penegak Hukum (APH) segera menjalankan fungsinya guna menyelamatkan Kerugian Negara.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eFoto: SMA AL-Washliyah, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang<br \/>\n\u200e<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karang Baru, Dailymail Indonesia Dugaan kecurangan dalam pekerjaan proyek Revitalisasi (Revit) Satuan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/dugaan-kecurangan-proyek-revit-di-sma-al-washliyah-aceh-tamiang-potensi-rugikan-negara\/\" title=\"Dugaan Kecurangan Proyek Revit di SMA AL-Washliyah Aceh Tamiang, Potensi Rugikan Negara\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":57381,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-57371","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57371"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57371\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57382,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57371\/revisions\/57382"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57381"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57371"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=57371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}