{"id":57254,"date":"2026-04-28T07:36:25","date_gmt":"2026-04-28T00:36:25","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=57254"},"modified":"2026-04-28T07:37:13","modified_gmt":"2026-04-28T00:37:13","slug":"gubernur-mualem-dan-dubes-uea-bentuk-tim-program-investasi-di-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/28\/gubernur-mualem-dan-dubes-uea-bentuk-tim-program-investasi-di-aceh\/","title":{"rendered":"Gubernur Mualem dan Dubes UEA Bentuk Tim Program Investasi di Aceh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA<\/strong> \u2013 Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Abdulla Salem Al-Dhaheri, sepakat membentuk tim bersama untuk program investasi, perdagangan, dan penerbangan. Tim ini mulai bekerja pada Mei 2026 ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesepakatan tersebut terjadi dalam pertemuan audiensi Gubernur Acehdan Dubes UEA, Senin (27 April 2026). \u201cIni kunjungan audiensi, sekaligus kita membuka ruang usaha untuk mereka di Aceh,\u201d kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertemuan itu berlangsung di kediaman Dubes UEA yang berada di Kuningan Timur, Jakarta Selatan. Mualem didampingi staf khususnya, Dr Suraiya IT, HM Fauzan Kamil Lc MA, \u2060H Teuku Irsyadi, \u2060Iskandarsyah Bakrie Saadudin, dan Vanda Mutia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan Duta besar UEA didampingi Manejer Emirates Indonesia Majid Alfalasi, Manejer Etihad Indonesia, dan beberapa pejabat tinggi Kedutaan Besar UEA bidang investasi dan perdagangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nurlis menjelaskan, bahwa dalam pertemuan tersebut Mualem memaparkan sejumlah peluang investasi untuk investor UEA. \u201cSektor perminyakan, gas, pertambangan, dan juga pabrik olahan minyak sawit menjadi minyak goreng,\u201d kata Nurlis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, kata Nurlis, Gubernur Aceh juga menjelaskan mengenai potensi perdagangan ekspor produk pertanian Aceh ke UEA. \u201cTentu dalam bentuk produk olahan,\u201d kata Nurlis. \u201cSeperti minyak nilam dan kayu gaharu sebagai bahan baku parfum yang sering digunakan warga Arab.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Nurlis menambahkan, Gubernur juga memaparkan produk turunan kelapa yang banyak diminati pasar Timur Tengah (minyak kelapa, tepung kelapa, briket arang kelapa, sabut kelapa). \u201cSelain itu, juga mengenai biomassa energi terbarukan seperti wood pelet, karbon aktif dari cangkang kelapa dan cangkang kelapa sawit untuk kebutuhan industry,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dubes UEA sangat menyambut baik ajakan Gubernur Aceh untuk berinvestasi dan menjalin hubungan kerjasma dagang. Emirates dan Etihad juga menyatakan keinginannya membuka kantor dan rute penerbangan dari Aceh ke UEA dengan penerbangan lanjutan ke Arab Saudi untuk jamah umroh dari Aceh dan kota lain yang transit di Aceh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Nurlis menambahkan, bahwa Dubes UEA akan ikut membantu Pemerintah Aceh dalam pemulihan pembangunan pasca bencana di Aceh. \u201cMisalnya pembangunan tempat tinggal, lahan pertanian dan jalan raya,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kesempatan yang sama, Dubes UEA menegaskan kembali rencana investasi Mubadala Energy UEA untuk membangun fasilitas logistik shorebase untuk mendukung eksplorasi blok Andaman di Aceh. []<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan Duta Besar Uni Emirat <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/28\/gubernur-mualem-dan-dubes-uea-bentuk-tim-program-investasi-di-aceh\/\" title=\"Gubernur Mualem dan Dubes UEA Bentuk Tim Program Investasi di Aceh\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":57255,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1320],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-57254","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pemerintah-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57254","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57254"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57254\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57257,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57254\/revisions\/57257"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57255"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57254"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57254"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57254"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=57254"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}